LEBAK – Tangis pecah di Kampung Pariuk Lebak, Desa Sukamekarsari, Kecamatan Kalanganyar. Fa’at, bocah 5 tahun, hilang diduga tenggelam di Sungai Cisimeut, Sabtu pagi 09/05/2026.

Upaya pencarian melibatkan tim SAR gabungan, Polsek Rangkasbitung, TNI, dan jajaran desa kecamatan Kalanganyar. Namun hingga sore, tubuh kecil itu belum juga ditemukan.

Sejak laporan masuk, tim SAR, BPBD Lebak, Basarnas Banten, bersama Polsek Rangkasbitung dan Koramil Kalanganyar langsung terjun ke lokasi.

Perahu karet, alat selam, dan ratusan warga bahu-membahu menyisir arus deras Cisimeut. Kapolsek Rangkasbitung AKP Henri Sinaga memimpin langsung operasi di lapangan.

“Kami all out. Pencarian fokus di titik awal bocah diduga terpeleset,” tegasnya.

Di tengah pencarian, suasana makin mencekam. Ibu angkat korban, Yani, menangis histeris dan meminta sesepuh adat Kampung Pariuk Lebak melakukan ritual pemanggilan.

Tujuannya satu: agar Fa’at segera ditemukan. Ritual yang sering dikaitkan dengan hal ghaib itu berlangsung di pinggir sungai.

Di tengah prosesi, terjadi kejadian menggemparkan. Seorang ibu kesurupan dan mengaku sebagai penunggu Sungai Cisimeut.

“Penunggu sungai meminta tumbal bocah tiga,” ucapnya dalam kondisi kesurupan.

Ucapan itu membuat warga merinding. Sebab, jika dikaitkan, sudah dua korban sebelumnya: warga Bala Punah, Desa Sangiang Tanjung, dan kini warga Kampung Pariuk Lebak.

Forkopimda Kecamatan Kalanganyar bersama sesepuh adat langsung mengeluarkan imbauan darurat.

Orang tua diminta tidak lengah mengawasi anak. “Anak-anak jangan sampai bermain di Kali Cisimeut atau mandi. Harap berhati-hati,” tegas Forkopimda.

Papan larangan dan patroli warga akan diperketat di titik rawan. Pemerintah kecamatan juga akan menggelar pengajian dan doa bersama untuk keselamatan warga.

Kasus Fa’at menyeret warga pada dua persepsi. Di satu sisi, tim SAR bekerja dengan logika dan teknologi. Di sisi lain, isu tumbal dan penunggu sungai kembali menguat setelah pengakuan ibu kesurupan.

“Mau percaya atau tidak, dua korban sudah terjadi. Jangan sampai ada korban ketiga,” kata warga.

Hingga berita ini diturunkan, pencarian Fa’at masih berlangsung. Keluarga, warga, dan aparat hanya bisa berdoa agar bocah 5 tahun itu ditemukan selamat.

Pewarta: Darja
Redaksi: DikSiber Banten