SERANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Gempol, Kota Serang, menuai keluhan dari sejumlah siswa. Menu makanan yang disajikan disebut didominasi telur dan buah tanpa variasi lauk maupun sayur, sehingga dinilai kurang menarik bagi anak-anak.

Program MBG sendiri merupakan program pemerintah yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis. Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan asupan gizi anak menuju visi Indonesia Emas.

Namun, dalam pelaksanaannya di lapangan, sejumlah siswa mengaku mulai bosan dengan menu yang diberikan hampir setiap hari.

“Kadang makannya telur terus,” ujar salah seorang siswa kelas 5 SDN Gempol yang enggan disebutkan namanya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, menu yang dibagikan kepada siswa pada salah satu hari pelaksanaan terdiri dari telur, pisang, dan apel.

Kondisi tersebut mendapat sorotan dari aktivis Forum Advokasi Peduli Gizi Anak dan Ibu Hamil (FAPAH), Riki. Menurutnya, konsep makan bergizi seharusnya memperhatikan keseimbangan asupan makanan pokok, lauk, sayur, serta buah.

“Kalau berbicara makan bergizi, tentu harus memperhatikan unsur karbohidrat, protein, vitamin, dan serat secara seimbang. Anak-anak juga perlu variasi menu agar tidak bosan,” katanya.

Ia juga mendorong adanya pengawasan bersama terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya pada dapur penyedia makanan atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Kami berharap ada pengawasan terhadap kualitas bahan baku, proses pengolahan, hingga makanan siap saji agar benar-benar higienis dan sesuai standar,” ujarnya.

Riki menilai pihak sekolah juga perlu ikut melakukan pengawasan terhadap menu yang diterima siswa agar sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

Menurutnya, pengawasan penting dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk risiko makanan yang tidak higienis maupun ketidaksesuaian standar gizi.

“Ini bukan menolak program pemerintah, tetapi memastikan program berjalan baik dan benar-benar bermanfaat bagi anak-anak,” pungkasnya.