LEBAK – Keluhan soal infrastruktur kembali mengemuka dari wilayah Lebak. Warga Desa Tambak,Desa calung bungur, Desa Sangiang jaya, Desa marga luyu,Desa Sindangwangi, dan sekitarnya mengeluhkan kondisi Jalan Sabagi–Muncang yang disebut sudah 20 tahun tidak tersentuh pembangunan.

Kondisi jalan yang berlubang dan rusak parah dinilai menjadi penyebab sering terjadinya kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua.

“Bupati Lebak tidak pernah memperhatikan keluhan masyarakat terutama jalan Sabagi–Muncang yang 20 tahun tidak pernah tersentuh pembangunan sehingga mengakibatkan banyaknya kecelakaan kendaraan roda dua yang melintas,” ujar Koni Jumroni S.AP.

Jalan tersebut bukan hanya dilalui warga sipil biasa. Setiap hari, guru, bidan, dan anak sekolah juga mengandalkan akses ini untuk beraktivitas.

“Jalan tersebut bukan hanya dipakai ribuan masyarakat sipil saja tapi para guru, bidan dan anak sekolah,” lanjut Koni.

Keluhan ini muncul di tengah gencarnya Pemkab Lebak membangun infrastruktur di beberapa wilayah. Warga berharap ruas Sabagi–Muncang masuk dalam skala prioritas perbaikan agar pemerataan pembangunan benar-benar dirasakan hingga pelosok.

Hingga berita diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas PUPR Lebak dan Pemkab Lebak terkait rencana perbaikan ruas Sabagi–Muncang. DikSiber Banten membuka ruang hak jawab bagi instansi terkait.