Kemeriahan semakin terasa dengan penampilan tari kolosal dan penerbangan puluhan lampion yang menghiasi langit malam Kecamatan Ciomas.

SERANG – Lebih dari 2.000 warga memadati kegiatan Gladi Bersih Festival Ciomas Ngabring 2026 yang digelar di Jalan Ciomas-Mandalawangi hingga finis di Lapangan Desa Citaman, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Jumat (26/6/2026).

Camat Ciomas, Ugun Gurmilang mengatakan, gladi bersih tersebut merupakan bagian dari persiapan Festival Ciomas Ngabring 2026 yang akan digelar pada 18-19 Juli 2026 mendatang.

“Alhamdulillah, tadi kita lihat sendiri rangkaian kegiatannya luar biasa. Antusias masyarakat Kecamatan Ciomas yang memang ingin bangkit dan bersatu untuk maju sangat tinggi,” kata Ugun di sela kegiatan.

Menurutnya, Festival Ciomas Ngabring tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sebagai wadah mempererat tali silaturahmi antarwarga dari 11 desa di Kecamatan Ciomas.

“Kita satukan seluruh masyarakat dalam Festival Ciomas Ngabring ini. Kita samaratakan bahwa kita adalah masyarakat Ciomas,” ujarnya.

Ugun menjelaskan, rangkaian festival akan dimulai pada 18 Juli 2026 dengan kegiatan menebar benih ikan, pertunjukan tari silat kolosal atau yang disebut Ngabring, serta pelepasan sekitar 150 balon udara.

“Keesokan harinya akan dilanjutkan dengan penerbangan sekitar 6.000 lampion dan makan karedok bersama sebanyak kurang lebih 6.000 paket,” terangnya.

Untuk Tari Silat Kolosal, panitia menargetkan diikuti sekitar 3.500 peserta dari berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga orang dewasa, baik laki-laki maupun perempuan.

Melihat antusiasme masyarakat pada gladi bersih yang dihadiri lebih dari 2.000 orang, Ugun optimistis jumlah peserta dan pengunjung pada puncak acara akan jauh lebih banyak.

“Kalau melihat antusiasme selama sosialisasi dan gerebek kampung yang sudah berjalan hampir dua bulan, kemungkinan yang hadir pada 18 Juli nanti bisa lebih dari 5.000 orang,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Ciomas Ngabring 2026, Uus Saipudin mengungkapkan, kegiatan tersebut sebenarnya telah direncanakan sejak 2023, namun baru dapat direalisasikan tahun ini berkat dukungan dan antusiasme masyarakat.

“Saya sendiri tidak percaya melihat antusias warga pada gladi bersih ini. Awalnya diperkirakan hanya 500 sampai 700 orang, ternyata yang hadir lebih dari 2.000 warga,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Jaro UU itu menambahkan, pelaksanaan Festival Ciomas Ngabring 2026 menelan anggaran sekitar Rp1,8 miliar yang seluruhnya berasal dari swadaya masyarakat.

“Anggaran ini berasal dari swadaya melalui penjualan kaos kepada masyarakat. Bahkan petani pun ada yang membeli lima sampai sepuluh kaos karena ingin mendukung kebangkitan Kecamatan Ciomas,” tandasnya.