BANTEN.DIKSIBER.ID – Sebanyak 1.270 atlet dari 39 perguruan tinggi bersaing dalam Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (Pomprov) Banten VIII 2026. Yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Banten, Andra Soni, di Islamic Center, Kota Cilegon, Sabtu, 29 Agustus 2026,
Ribuan atlet mahasiswa tersebut akan bertanding dalam 11 Cabang Olahraga. Yakni, Atletik, Pencak Silat, Renang, Bulu Tangkis, Futsal, Mini Soccer, Karate, Panjat Tebing, Petanque, Vollyball dan Catur.
Mereka akan memperebutkan sebanyak 164 medali emas, 164 medali Perak dan 200 medali Perunggu yang dimulai dari 29 Agustus sampai dengan 5 September 2026.
Ketua Umum KONI Banten Kombes Pol (Purn) Dr H Agus Rasyid SH Mh menilai POMPROV Banten 2026 penting untuk mengukur sejauh mana kesiapan atlet setelah menjalani latihan.
Menurutnya, latihan rutin harus berjalan beriringan dengan kompetisi agar atlet terbiasa menghadapi tekanan pertandingan.
“Sang juara ini bukan faktor kebetulan. Jurusnya ada dua. Pertama, latihan yang rutin dan berkesinambungan serta didampingi pelatih hebat. Kedua, yang tidak kalah penting, adalah kompetisi seperti hari ini,” pungkasnya.
Agus Rasyid berharap POMPROV Banten 2026 berlangsung lancar dan menjadi pijakan bagi atlet mahasiswa untuk terus meningkatkan kemampuan.
Lanjutnya, ia juga mendorong para peserta menjadikan setiap pertandingan sebagai pengalaman untuk memperkuat mental sebelum tampil di kompetisi yang lebih tinggi.
“Jadikan setiap pertandingan sebagai proses pembelajaran menuju prestasi yang lebih gemilang,” tutur Agus Rasyid.
Agus Rasyid menegaskan KONI Banten terus berkomitmen merangkul potensi atlet-atlet muda, khususnya dari kalangan mahasiswa, sebagai fondasi utama menuju Banten yang makin berprestasi dan diperhitungkan di kancah nasional.
”Mahasiswa adalah pilar penting masa depan olahraga Banten. Dari gelanggang ini, kita tempa karakter, sportivitas, dan mental juara para patriot olahraga,” jelasnya.
“Selamat bertanding untuk seluruh atlet mahasiswa se-Provinsi Banten. Junjung tinggi sportivitas dan ukir prestasi setinggi-tingginya,” ucapnya.
Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan POMPROV Banten 2026. Ia berharap kompetisi tersebut mampu menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan sekaligus melahirkan atlet-atlet muda yang nantinya membawa nama Banten di tingkat nasional.
“Mari kita jadikan POMPROV Banten 2026 dan berbagai kejuaraan mahasiswa sebagai fondasi lahirnya atlet-atlet masa depan,” ajaknya.
Andra menilai POMPROV Banten tidak hanya menjadi ajang untuk mengejar medali. Tetapi juga menjadi tempat atlet mahasiswa membangun mental dan pengalaman bertanding sebelum menghadapi kompetisi di level yang lebih tinggi.
“POMPROV bukan sekadar arena kompetisi untuk meraih medali dan prestasi. Lebih dari itu, POMPROV Banten 2026 merupakan wahana pembinaan atlet dan talenta muda yang tangguh, disiplin, serta memiliki semangat juang yang tinggi,” ungkapnya.
Ajang tersebut juga menjadi bagian dari persiapan Banten menghadapi sejumlah agenda olahraga nasional. Setelah mengikuti POMPROV Banten 2026, para atlet mahasiswa diproyeksikan memperkuat Banten pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) 2027 di Palembang.
Selain itu mereka juga akan berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).