SERANG – Dua mahasiswa Universitas Indonesia (UI) mendorong kemandirian dan pemberdayaan masyarakat Desa Tegalmaja, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 4/9/2026.

Program yang digagas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia tersebut telah berjalan sejak Februari 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga Oktober 2026.

Dua pelaksana program, Bunga dan Sava, yang juga aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Nuansa Islam UI, mengembangkan sejumlah program pemberdayaan masyarakat dengan mengusung konsep Panggung Literasi Masyarakat Berkelanjutan atau Panglimaja.

Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas mengapresiasi program tersebut. Menurutnya, kegiatan PPK Ormawa sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Serang dalam mengembangkan potensi desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Program seperti ini sangat positif karena menyentuh langsung potensi masyarakat desa. Jika dilakukan secara berkelanjutan, saya optimistis dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus membantu menekan angka pengangguran di Kabupaten Serang,” kata Najib.

Najib berharap kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kemendiktisaintek yang telah menghadirkan program pemberdayaan tersebut di Kabupaten Serang.

PPK Ormawa sendiri merupakan program pemberdayaan dan pengabdian kepada masyarakat yang diinisiasi organisasi kemahasiswaan di perguruan tinggi. Program tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas organisasi mahasiswa sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui kegiatan yang kreatif, terukur, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Sava menjelaskan, Panglimaja menjadi salah satu program utama yang dikembangkan di Desa Tegalmaja. Program tersebut memiliki lima kegiatan pendukung, yakni Kriya Maja, Media Maja, Mutu Maja, Tunas Maja, dan Asri Maja.

Kriya Maja diarahkan untuk mengembangkan keterampilan kerajinan dan produk masyarakat. Media Maja melibatkan generasi muda dalam memasarkan produk-produk lokal.Kemudian, Mutu Maja berfokus pada peningkatan kualitas produk agar memiliki standar yang lebih baik dan mampu bersaing di pasar.

“Tunas Maja mendorong peningkatan budaya literasi generasi muda melalui berbagai kegiatan yang dapat menumbuhkan minat baca dan menulis,” ujar Sava.

Selain itu, Asri Maja difokuskan pada pelestarian lingkungan melalui pengelolaan sampah. Program tersebut tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan desa, tetapi juga mendorong pemanfaatan sampah agar memiliki nilai ekonomi.

Melalui berbagai program tersebut, Bunga dan Sava berharap potensi masyarakat Desa Tegalmaja dapat terus berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.Menurut Sava, dukungan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting agar inovasi dan program yang telah dirintis tidak berhenti setelah masa pelaksanaan PPK Ormawa berakhir.

“Harapannya program ini tidak hanya berjalan selama kami berada di Tegalmaja, tetapi bisa terus dilanjutkan oleh masyarakat dengan dukungan pemerintah daerah,” pungkasnya.