SERANG – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang memberikan pelatihan menjahit garmen kepada 32 warga sebagai upaya meningkatkan keterampilan dan membuka peluang kerja maupun kewirausahaan.
Pelatihan yang berlangsung sejak 1 hingga 18 September 2026 tersebut digelar di Aula Disnakertrans Kabupaten Serang, Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Serang, Kecamatan Ciruas.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Serang, Diana Ardhianty Utami, mengatakan pelatihan menjahit garmen merupakan salah satu program peningkatan kompetensi tenaga kerja yang dilaksanakan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Serang Tahun 2026.
”Kita ada pelatihan, sedang berlangsung pelatihan menjahit untuk garmen diikuti oleh 32 orang bertempat di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Serang,” kata Diana saat ditemui di lokasi, Kamis 17/9/2026.
Menurut Diana, program pelatihan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pelatihan keterampilan yang diselenggarakan Disnakertrans Kabupaten Serang. Sebelumnya, pihaknya telah melaksanakan pelatihan welder atau pengelasan profesional dan pelatihan barista.
”Jadi saya rasa ini adalah salah satu bagian, setelah sebelumnya ada pelatihan 32 orang, pelatihan welder, kemudian pelatihan barista, dan saya rasa ada juga pelatihan security nanti di awal tahun dan di akhir tahun,” ujarnya.
Diana menjelaskan, peserta pelatihan merupakan masyarakat yang telah terdata dan mendaftar melalui Aplikasi Serang Bahagia. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat Kabupaten Serang dapat memilih pelatihan sesuai minat dan kebutuhan.
Pelaksanaan pelatihan, lanjut Diana, dilakukan di sejumlah kecamatan maupun di kantor Disnakertrans Kabupaten Serang.
”Ini gratis, tanpa dipungut biaya dan harus ber-KTP Kabupaten Serang,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi pelatihan dan lowongan kerja melalui akun Instagram Disnakertrans Kabupaten Serang serta kanal Facebook Aplikasi Serang Bahagia.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja Disnakertrans Kabupaten Serang, Muhammad Furqon, mengatakan pelatihan menjahit garmen diikuti 32 peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Serang.
”Tujuan pelatihan sesuai dengan tema untuk pelatihan ini yaitu pelatihan menjahit untuk sektor garmen, jadi nanti bisa bekerja di industri atau bisa nanti mereka berwirausaha,” kata Furqon.
Ia menjelaskan, peserta pelatihan merupakan masyarakat Kabupaten Serang dengan kriteria lulusan SMA atau SMK dan batas usia maksimal 35 tahun.
Furqon berharap, setelah mengikuti pelatihan, para peserta memiliki keterampilan yang memadai untuk bekerja sebagai penjahit, masuk ke sektor industri, maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
”Karena setelah mengikuti pelatihan menjahit garmen ini para peserta selain mendapatkan ilmu, juga mendapatkan Sertifikat BNSP atau Badan Nasional Sertifikasi Profesi, jadi berbasis kompetensi,” jelasnya.
Menurut Furqon, pihaknya juga akan mengawal para peserta agar memiliki akses dan peluang untuk masuk ke dunia industri setelah menyelesaikan pelatihan.