PANDEGLANG – Surakman, warga Kampung Pagedongan, RT/RW. 003/005, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, ABK Speedboat Arupadhatu I yang hilang di Selat Sunda, telah teridentifikasi. Jenazah Surakman yang sebelumnya ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, dipastikan melalui pemeriksaan DNA oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri.
Kabar tersebut disampaikan Gubernur Banten, Andra Soni, saat bertakziah ke rumah duka Surakman di Kampung Pagedongan, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Rabu (23/09/2026) malam.
Andra Soni datang bersama jajaran Pemerintah Provinsi Banten dan Kapolres Pandeglang AKBP Sonny Harsono, untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus menjelaskan perkembangan proses identifikasi kepada keluarga.
“Berdasarkan laporan DVI Pusdokkes Polri, jenazah yang ditemukan di Enggano tersebut teridentifikasi secara DNA sebagai Surakman,” ujar Andra Soni.
Jenazah yang kemudian teridentifikasi sebagai Surakman ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, pada Sabtu (12/9/2026).
Sebelum identitas dipastikan, jenazah menjalani sejumlah pemeriksaan forensik, antara lain melalui sidik jari, susunan gigi, dan pemeriksaan properti.
Karena identitas belum dapat dipastikan melalui data primer awal, Tim DVI Pusdokkes Polri melanjutkan proses identifikasi melalui pemeriksaan DNA.
Hasil pemeriksaan DNA menunjukkan kecocokan genetik dengan keluarga Surakman.
Kepastian tersebut mengakhiri penantian keluarga selama lebih dari dua pekan sejak Speedboat Arupadhatu I hilang kontak di perairan Selat Sunda.
Speedboat Arupadhatu 1 dilaporkan hilang kontak pada Senin (7/9/2026) saat berlayar menuju kawasan Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Saat itu terdapat delapan orang di atas kapal. Mereka terdiri dari tiga awak atau pihak yang terkait dengan pelayaran dan lima jurnalis pewarta foto.
Ketiganya yakni Warta selaku nakhoda, warga Kampung Kedeleman, Desa Carita, Surakman selaku ABK, warga Kampung Pagedongan, Desa Sukajad, serta Heriyanto alias Bonsai, pemandu atau gaet, warga Kampung Legon, Desa Sukarame.
Lima jurnalis yang turut dalam pelayaran tersebut yakni Muhammad Bagus Khoirunas dari LKBN ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistiro dari iNews, Firdaus dari Anadolu, dan Donal, jurnalis lepas.
Hingga Rabu (23/9/2026) malam, Speedboat Arupadhatu I dan tujuh orang lainnya masih belum ditemukan. Operasi pencarian lanjutan akan kembali dikoordinasikan oleh pihak terkait.
Putra Surakman, Yayat Suryadi, mengatakan, keluarga terus menggelar doa bersama sejak sang ayah dinyatakan hilang.
“Sejak hilang, sampai sekarang, kami terus mengadakan di rumah. Setiap malam kami pengajian bersama warga memanjatkan doa,” kata Yayat.
Yayat mengenang ayahnya sebagai nelayan tangguh yang telah melaut sejak lulus sekolah dasar. Surakman meninggalkan dua orang anak dan enam cucu.
Kini, keluarga bersiap menyambut kepulangan jenazah Surakman. Jenazah dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 07.20 WIB.
“Dari Bandara, jenazah akan dibawa ke sini, kemudian disalatkan di masjid. Setelah itu, langsung dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kidemang,” ujar Yayat.
Warga Kampung Pagedongan juga bergotong royong membantu keluarga mempersiapkan juga melakukan proses pemakaman. Setelah pemakaman, keluarga dan masyarakat akan melanjutkan rangkaian doa dengan tahlilan.