LEBAK, BANTEN — Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mendorong pencak silat dimasukkan ke sekolah sebagai muatan lokal atau kegiatan ekstrakurikuler. Hal ini untuk melestarikan warisan budaya sekaligus membangun keberanian dan kepercayaan diri generasi muda.

Pernyataan itu disampaikan saat Wagub membuka Kejuaraan Pencak Silat Santri Championship 2026 se‑Provinsi Banten dan Jawa Barat di Auditorium Pondok Pesantren Modern Darel Azhar, Kabupaten Lebak, Jumat (23/10/2026).

“Melalui pencak silat, kita melestarikan budaya. Pencak silat juga mengajarkan kita membela yang benar dan membantu yang lemah. Maka, saya ingin pencak silat ini dapat masuk ke sekolah, baik melalui mulok atau ekstrakurikuler,” ujar Dimyati.

Ia mengapresiasi peran Pondok Pesantren Darel Azhar yang tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga pembinaan pencak silat bagi santri.

Ketua Pelaksana Ues Surkuni menjelaskan kejuaraan ini diikuti sebanyak 1.098 siswa dan santri dari Banten serta sejumlah daerah Jawa Barat seperti Sukabumi, Bogor, Indramayu, dan Purwakarta. Ajang ini menjadi sarana menjaga kebugaran fisik santri guna menegakkan kebenaran di tengah masyarakat.