LEBAK, – Kepala UPT Pelayanan Sosial Rehabilitasi Tuna Sosial (UPTS PSRTS) yang bertugas di bawah Dinas Sosial Provinsi Banten mengungkapkan transformasi besar di kantor yang dipimpinnya. Dari yang awalnya penuh dengan alat-alat dan kurang terurus, kini lingkungan kantor menjadi asri, aman, sehat, bersih dan indah. Rabu 28/10/2026
“Saya bertugas di UPTS ini dari awal begitu ditugaskan di sini, sempat kantornya penuh dengan alat-alat gitu ya, kurang terurus. Tapi Alhamdulillah saya memiliki semangat yang teman-teman juga men-support saya,” ujarnya.
Perubahan itu dimulai dari penegakan disiplin pegawai. Saat ini seluruh pegawai sudah disiplin, setiap pagi pukul 07.30 WIB sudah melaksanakan apel pagi secara bergiliran menjadi pembina apel dan petugas

“Semua karyawan semuanya mengikuti. Dengan meningkatnya disiplin, meningkat juga kinerja. Termasuk OB, sebenarnya tidak sebanding dengan luas wilayah, luasnya kan 8.000 sekian meter, tetapi karena teman-teman OB juga mendukung, setiap hari dimulai dari luar sampai dalam hanya 4 orang OB, Alhamdulillah sekarang ini cukup asri,” jelasnya.
Kondisi tersebut sejalan dengan program dari Presiden dan Gubernur Banten tentang lingkungan yang aman, sehat, bersih dan indah (ASRI).
Selain pembenahan fisik dan disiplin, kegiatan pembinaan di UPTS tersebut juga berjalan dengan baik. Saat ini ada dua kegiatan utama di Seksi Penerimaan, yaitu pemberian pembelajaran khusus menjahit bagi penyandang disabilitas tunarungu dan tuna daksa.
“Mereka belajar selama 6 bulan, termasuk teman-teman yang putus sekolah. Mereka belajar di sini mendapatkan fasilitas makan dan minum sehari tiga kali, terus juga mereka mendapatkan asrama, mereka mendapatkan bimbingan rohani, termasuk juga kita hadirkan psikolog, dan kita hadirkan tentara untuk melatih kedisiplinan,” paparnya.
Ia menambahkan, kegiatan pelatihan tersebut akan segera ditutup dan rencananya akan dihadiri langsung oleh Gubernur Banten.
“Insyaallah kegiatan pelatihan ini akan ditutup oleh Bapak Gede kita atau Ibu Gede kita, Pak Gubernur dan Ibu Gubernur di hari Sumpah Pemuda besok. Mudah-mudahan kegiatan itu bisa berjalan,” harapnya.
Lebih jauh ia merasakan banyak perubahan positif, baik dari sisi pegawai maupun lingkungan, berkat dukungan dari seluruh teman-teman pegawai.
Adapun untuk peserta pelatihan yang saat ini berada di UPTS tersebut berasal dari 8 kabupaten/kota se-Provinsi Banten.
“Siswa atau peserta pelatihan yang ada di kita di UPTS itu terdiri dari dua ya, yang pertama tadi adalah peserta pelatihan disabilitas dari tunarungu dan tuna daksa, termasuk di dalamnya teman-teman yang putus sekolah. Itu dari 8 kabupaten/kota, masing-masing kabupaten/kota mengirim melalui Dinas Sosialnya. Mereka belajar selama 6 bulan, masing-masing 40 orang disabilitas,” pungkasnya.