SERANG – Persiapan pengecoran jembatan penghubung Desa Cemplang dan Desa Bojot, Kabupaten Serang, Banten, menjadi sorotan. Pasalnya, talang yang disiapkan sebagai jalur aliran material beton diduga belum memadai untuk menopang beban saat proses pengecoran berlangsung.‎‎ Kamis 29/10/2026.

Berdasarkan pantauan di lokasi, percobaan penggunaan talang tersebut disebut telah dilakukan sebanyak dua kali. Namun, hasilnya belum sesuai harapan. Talang diduga tidak mampu menahan beban dan aliran material beton sebagaimana yang diharapkan.‎‎

Akibat kondisi tersebut, material coran dilaporkan terbuang karena tumpah ke dalam genangan air di sekitar lokasi pekerjaan. Kejadian ini memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan sarana pendukung, perencanaan teknis, serta metode yang digunakan dalam proses pengecoran jembatan tersebut.

‎‎Saat dimintai tanggapan mengenai persiapan dan perhitungan teknis sebelum pengecoran, konsultan bernama Ilham menjelaskan bahwa kondisi tersebut bukan bagian dari perencanaan awal.‎‎

“Sebenarnya ini tidak direncanakan, ini sedang diusahakan,” kata Ilham.‎‎

Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan lebih lanjut mengenai kesiapan metode pelaksanaan di lapangan, terlebih ketika proses pengecoran menghadapi kendala cuaca. Kondisi ini perlu menjadi perhatian agar pelaksanaan pekerjaan tetap mengacu pada perhitungan teknis dan prosedur yang sesuai.

‎‎Ketika ditanya lebih lanjut mengenai pelaksanaan pengecoran saat hujan serta kaitannya dengan kualitas beton, Ilham mengungkapkan adanya dilema dalam menentukan langkah di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

‎‎“Ya mau gimana, Pak, serba salah. Kita enggak dicor, takut kering juga kalau dicor dalam kondisi hujan,” tutupnya.‎‎

Di sisi lain, pengawas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Serang bernama Ahmad, yang berada di lokasi, turut dimintai tanggapan terkait kondisi persiapan pengecoran, termasuk material beton yang tumpah ke genangan air. Namun, saat dimintai keterangan, Ahmad memilih diam dan tidak memberikan penjelasan.‎‎

Sikap tersebut menyisakan pertanyaan mengenai hasil pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan, khususnya terkait kesiapan metode pengecoran, kelayakan talang, dan upaya menjaga mutu konstruksi di tengah kondisi cuaca hujan.‎‎

Dalam pekerjaan pembangunan jembatan, kesiapan peralatan, metode pengecoran, dan pengendalian kualitas material merupakan aspek penting yang harus diperhatikan. Material beton yang tumpah dan masuk ke genangan air juga perlu dievaluasi secara teknis untuk mengetahui dampaknya terhadap mutu pekerjaan serta potensi pemborosan material.‎‎

Pihak kontraktor pelaksana, konsultan Ilham, dan pengawas DPUPR Ahmad diharapkan memberikan penjelasan terbuka mengenai kondisi tersebut. Evaluasi diperlukan untuk memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, standar mutu, dan ketentuan yang berlaku.‎‎

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai hasil evaluasi teknis atas material beton yang tumpah maupun langkah perbaikan yang akan dilakukan oleh pihak pelaksana dan instansi terkait.