Serang—Koalisi Masyarakat Bojonegara Pulau Ampel mengapresiasi Pemerintah pusat atas respon serta kunjunganya guna meninjau langsung lokasi yang selama ini dikeluhkan oleh masyarakat terkait akses jalan yang penuh lubang serta berdebu dan butuhnya pelebaran guna mengurangi kemacetan.

Kunjungan Menteri PUPR didampingi Gubernur Banten,Pemerintah Kabupaten Serang, serta SKPD terkait pada (Senin,06 -Juli -2026).

Hal ini merupakan respons langsung pemerintah pusat atas desakan konstitusional masyarakat Bojonegara dan Puloampel terkait urgensi pelebaran akses nasional Jalan Bojonegara–Puloampel yang selama ini menjadi pemicu kemacetan parah dan menimbulkan kecelakaan lalu lintas dengan korban jiwa.

H.Abdul Munib.H.S,Kordinator 1
(KMBP) menyampaikan, Kami sebelumnya memberanikan diri melayangkan surat PETISI ke Kementerian Sekretaris Negara Dengan kata lain ke Pak Presiden RI, Agar Ada Perhatian Terhadap Masyarakat Bojonegara Dan Puloampel, Keadilan Sosial Dalam Wujud nyata Berupa Disegerakan nya Pelebaran Jalan Akses Arteri Nasional Bojonegara Puloampel.

Sekiranya INPRES diperlukan dengan sifat Urgen Mendesak, kenapa Tidak?, yang penting Masyarakat Bojonegara Dan Puloampel kompak bersatu SIAP LELAH KARENA LILLAAH.”Ujarnya.

Sebagai bentuk konsistensi perjuangan, KMBP memastikan akan menggelar Aksi Damai Skala Besar Rakyat Bojonegara dan Puloampel pada Senin–Rabu, 27–29 Juli 2026 dengan estimasi massa sekitar 10.000 orang dari Kecamatan Bojonegara dan Puloampel.

“Aksi ini adalah upaya konstitusional kami untuk memastikan agar suara masyarakat didengar dan ditindaklanjuti nyata oleh pemerintah pusat. Kami menuntut keadilan infrastruktur. Janji harus dibuktikan dengan realisasi, bukan wacana,” pungkas H.abdul munib.Hs

KMBP berharap Kementerian PU RI segera menyampaikan timeline dan komitmen teknis terkait pelebaran Jalan Bojonegara–Puloampel agar keresahan masyarakat dapat terjawab,”Tutupnya.