SERANG – Kondisi Jalan Raya Cikande–Rangkasbitung tepatnya di Kilometer 14,5, Kabupaten Serang, dikeluhkan para pengguna jalan. Ceceran tanah yang diduga berasal dari aktivitas galian C di sekitar wilayah Desa Nanggung membuat jalan berdebu saat cuaca panas dan berubah licin ketika hujan turun, Senin 22/6/2026.
Pantauan di lokasi menunjukkan material tanah berserakan di sejumlah titik badan jalan. Kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan sekaligus membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
Salah seorang pengendara, Jamal, mengaku khawatir dengan kondisi jalan yang dipenuhi ceceran tanah. Menurutnya, saat cuaca panas debu yang beterbangan mengurangi jarak pandang, sedangkan saat hujan jalan menjadi licin dan berpotensi memicu kecelakaan.
“Kalau panas debunya sangat mengganggu. Kalau hujan, tanah yang berserakan berubah jadi licin dan berbahaya, terutama bagi pengendara motor. Kami berharap ada tindakan dari pihak yang bertanggung jawab agar kondisi ini tidak terus berulang,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah warga yang menilai aktivitas angkutan material harus disertai tanggung jawab menjaga kebersihan jalan umum yang dilalui kendaraan pengangkut.
Ketua Umum DPP LSM Nusantara Indah Lingkungan (NIL), Michael, menegaskan bahwa setiap pengelola usaha, termasuk aktivitas galian C, memiliki tanggung jawab untuk memastikan operasionalnya tidak menimbulkan dampak yang membahayakan masyarakat.
“Jangan sampai aktivitas usaha yang menghasilkan keuntungan justru mengorbankan keselamatan pengguna jalan. Ceceran tanah di badan jalan bukan persoalan sepele karena berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas,” tegasnya.
Menurut Michael, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius dari instansi terkait. Ia meminta Dinas Perhubungan, Satlantas Polres Serang, Dinas ESDM Provinsi Banten, serta pihak berwenang lainnya untuk melakukan pemeriksaan lapangan guna memastikan sumber ceceran material tersebut.
Selain itu, ia mendorong agar pengelola tambang menyediakan fasilitas pencucian roda kendaraan angkut, melakukan pembersihan jalan secara berkala, serta memastikan setiap armada pengangkut menggunakan penutup muatan untuk mencegah material tercecer di jalan umum.
“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Jika ditemukan adanya kelalaian, tentu perlu ada evaluasi dan tindakan sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.
Sementara itu, awak media telah berupaya meminta konfirmasi kepada Bhadur yang disebut sebagai pengelola aktivitas galian C terkait keluhan masyarakat tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan resmi.
Masyarakat berharap adanya langkah cepat dari pihak terkait agar kondisi Jalan Raya Cikande–Rangkasbitung kembali aman dan nyaman dilalui, serta tidak menimbulkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.