SERANG, – Warga Kampung Bendo, Desa Cemplang, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, mengeluhkan bau tak sedap yang diduga berasal dari saluran pembuangan limbah Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Mitra Mukti Dermawan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, terlihat adanya saluran pembuangan air sisa pencucian peralatan makan yang mengalir ke got di depan permukiman warga. Kondisi tersebut diduga menjadi penyebab munculnya aroma tidak sedap yang dikeluhkan masyarakat.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku bau tersebut kerap tercium, terutama setelah proses pencucian wadah makanan (ompreng) di dapur MBG.

“Air di saluran got ini bau, apalagi kalau ompreng sudah dicuci di dapur MBG. Airnya mengalir lewat got depan rumah, baunya tidak tertahankan. Saya pernah menyampaikan kepada pekerja agar diperbaiki, tetapi sampai sekarang belum ada perbaikan,” ujarnya, Jumat 7/8/2026.

Secara umum, fasilitas dapur MBG semestinya dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang berfungsi mengolah limbah cair sebelum dibuang ke saluran umum. Sistem tersebut umumnya meliputi grease trap untuk memisahkan minyak dan lemak, biofilter anaerob-aerob untuk menguraikan limbah organik, proses chlorination untuk menekan bakteri, bak sedimentasi guna memisahkan padatan, serta unit klarifikasi agar air buangan memenuhi baku mutu lingkungan.

Dengan sistem pengolahan yang berfungsi optimal, air limbah seharusnya tidak menimbulkan bau menyengat dan aman dialirkan ke saluran umum sesuai ketentuan yang berlaku.

Menanggapi keluhan tersebut, Ketua SPPG Dapur MBG Yayasan Mitra Mukti Dermawan menyampaikan apresiasi atas masukan dari masyarakat.

“Terima kasih atas masukannya. Kami akan segera melakukan evaluasi dan memperbaiki saluran air limbah dari dapur yang mengalir ke got melewati rumah warga,” katanya saat dikonfirmasi.

Hingga berita ini diterbitkan, warga mengaku bau tak sedap masih tercium di sekitar lokasi dan diduga berasal dari saluran limbah dapur MBG. Masyarakat berharap pihak pengelola segera melakukan perbaikan, serta instansi terkait melakukan pengecekan untuk memastikan sistem pengolahan limbah berfungsi sesuai ketentuan.