JAKARTA, – Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Aksi Moral Mahasiswa (GAMMA) Provinsi Banten menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Jalan Pattimura, Jakarta Selatan, Senin (27/07/2026).

Aksi ini menjadi bentuk protes keras terhadap lemahnya pengawasan pada Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) TA 2026 di Kabupaten Lebak. GAMMA mendesak Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) segera mencopot jajaran pejabat utama BBWS Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3).

Dalam orasinya, massa membentangkan spanduk dan poster bergambar pejabat utama BBWS C3. Tiga nama yang disorot GAMMA yaitu:
Kepala BBWS C3 Dedi Yudha Lesmana, S.T., M.T., Kepala Satker OP SDA BBWS C3 Leonard Lederik Elwarin, S.T., http://M.Si., dan PPK OP SDA III BBWS C3 Muhammad Irhan, S.T.

Ketiganya dinilai bertanggung jawab atas dugaan pembiaran terhadap praktik kutipan dan pengkondisian material dalam pelaksanaan P3-TGAI di Kabupaten Lebak.

“Dugaan ini bukan hal kecil. Ini menyangkut hajat hidup petani dan potensi kerugian keuangan negara,” seru massa aksi.

Dalam pertemuan dengan perwakilan massa, pihak Dirjen SDA melalui Bagian Hukum, Tim Pengaduan, Direktorat Kepatuhan Intern, dan Direktorat OP menyampaikan kabar terbaru.

Leonard Lederik Elwarin dan Muhammad Irhan telah dinonaktifkan/non-job dari jabatan sebagai Kepala Satker OP SDA dan PPK OP SDA III BBWS C3.

Selain itu, Kementerian PU memastikan laporan GAMMA sedang ditindaklanjuti secara intensif. Bagian Hukum Dirjen SDA bahkan tengah melakukan proses investigasi.

“Dua pejabat di BBWS C3 sudah dinonaktifkan. Laporan kami juga sedang diinvestigasi secara intensif oleh Bagian Hukum Dirjen SDA,” ujar Ahmad Hudori, Ketua Umum GAMMA.

Meski ada langkah awal, GAMMA mengaku belum puas. Menurut Hudori, maraknya dugaan kutipan dan pengkondisian material P3-TGAI 2026 di Lebak menunjukkan adanya kelemahan tata kelola di tubuh BBWS C3.

Karena itu, GAMMA menuntut Kepala BBWS C3, Dedi Yudha Lesmana juga harus bertanggung jawab dan dicopot.

“Kepala BBWS C3 harus bertanggung jawab penuh. Lemahnya pengawasan dan dugaan pembiaran ini tidak bisa ditolerir. Dampaknya bukan hanya merugikan petani, tapi juga negara,” tegas Hudori.

Ia menutup dengan ancaman. “Kami yang lahir dari rahim petani menyatakan akan kembali menggelar aksi jilid II di Kementerian PU jika tuntutan pencopotan Kepala BBWS C3 tidak segera dipenuhi.”