LEBAK – Sebuah video permintaan maaf dari seorang wanita bernama Meta Mita (MT) mendadak viral di media sosial setelah dirinya diduga melakukan tindakan penistaan agama dengan menginjak kitab suci Al-Qur’an. Dalam video klarifikasi terbarunya, Meta menyampaikan permohonan maaf yang mendalam, khususnya kepada umat Islam, sembari mengungkap fakta di balik aksi tersebut.
Sambil terisak, Meta menjelaskan bahwa tindakan tidak terpuji tersebut dilakukan bukan atas kehendaknya sendiri. Ia mengaku berada di bawah tekanan dan paksaan dari sekelompok orang.
“Saya tidak ada niat untuk menginjak Al-Qur’an. Itu adalah tekanan dan pemaksaan dari orang-orang tersebut,” ujar Meta dalam unggahan video berdurasi 02.30 detik tersebut.
Meta membeberkan bahwa ia berada dalam posisi tersudut. Jika ia menolak melakukan perintah tersebut, ia diancam akan dituduh sebagai pencuri (maling) oleh empat orang yang menekannya saat itu.
Lebih lanjut, Meta mengungkapkan kesedihannya karena dampak dari video viral tersebut tidak hanya menyerang dirinya, tetapi juga keluarga besarnya. Ia merasa gagal menjaga nama baik keluarganya demi menghindari fitnah tuduhan pencurian.
Di akhir video, dengan gestur tangan bersedekah, Meta kembali menegaskan bahwa dirinya sangat menyesali kejadian tersebut dan meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh umat Islam.
“Meta hanya ingin menjaga lisan Meta dan keluarga agar tidak dicap maling. Meta dipaksa mengakui yang tidak Meta lakukan. Meta minta maaf atas kesalahan Meta yang sebesar-besarnya,” pungkasnya.
Kasus ini kini menjadi perhatian netizen dan diharapkan dapat diselesaikan secara hukum dengan mempertimbangkan adanya unsur paksaan dan ancaman yang dialami oleh yang bersangkutan.