SERANG – Sikap Karta, Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Gandayasa, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, memicu kemarahan publik.

Saat dikonfirmasi awak media terkait proyek pengerasan jalan di Kampung Beureum Banget, Karta justru diduga meminta uang dan mengirim nomor rekening pribadi.

Peristiwa itu bermula saat awak media menanyakan hasil pantauan lapangan terkait proyek pengerasan jalan desa. Alih-alih memberi penjelasan, Karta justru balik bertanya identitas.

“Maaf, ini dengan siapa? Biar kamu tahu,” tulisnya via WhatsApp.

Setelah tahu yang menghubungi adalah wartawan, Karta diduga langsung mengarahkan pembicaraan ke hal lain.

“Ini nomor dana saya, Pak. Kalau mau bantu saya di lapangan,” tulisnya, disertai nomor rekening pribadi.

Tak cukup sampai di situ. Dalam pesan berikutnya, Karta juga diduga meminta uang untuk membeli rokok.
“Minta buat rokok, takut mau bantu,” ujarnya.

Sebelumnya, saat ditanya soal material proyek, Karta mengklaim pengerasan jalan di Beureum Banget sudah menghabiskan 47 mobil batu.

Namun klaim itu bertolak belakang dengan temuan di lapangan. Material batu terlihat hanya dihampar tanpa pemadatan dan lebar jalan diduga tidak sesuai RAB.

Tindakan Ketua TPK yang meminta bantuan dana kepada wartawan dinilai melecehkan profesi pers dan mencederai prinsip transparansi dana desa.

Hingga berita ini diturunkan, Karta belum memberikan klarifikasi lanjutan. Pemerintah Desa Gandayasa juga belum memberikan pernyataan resmi.