LEBAK – Pekerjaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3A-TGAI) di gunung Tanjung berkah, Desa Sumurbandung, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, kembali menjadi sorotan.
Sorotan tersebut mencuat setelah sejumlah awak media dari Sekawan Media, Lintas Cakrawala, CNC, dan Diksiber Banten berupaya melakukan konfirmasi terkait temuan di lapangan.

Dalam proses konfirmasi, salah satu pihak Boby abimanyu, merespons dengan nada tinggi. Ia meminta awak media untuk tidak langsung memberitakan persoalan tersebut dan menyarankan agar dilakukan komunikasi terlebih dahulu.
“Daria, ulah maen beritaken bae, lain ngobrol heula jeng aing! Pan Daria nyaho aya aing. Lamun arek silih hargaan mah, hooh geus hak Daria eta jeung kawan-kawan, ( kalian jangan pasang Beritain aja, bukan ngobrol dulu dengan saya, kalian tau ada saya kalo mau saling hargain, yudah hak kalian sama kawan -kawan – Red),” ujar Boby Abimanyu dalam bahasa Sunda.
Boby Abimanyu, juga menyampaikan bahwa dirinya bersedia memberikan penjelasan lebih lanjut melalui sambungan telepon.
“Pengen saya malam telepon lagi saya, biar saya jelaskan. Kalian kan tahu posisi saya tadi di lapangan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bobi Abimanyu, juga menyampaikan bahwa pekerjaan proyek tersebut akan diperbaiki.
“Hatur nuhun, pagawean pasti dibenerkeun ku kami. Nuhun infona, (Terimakasih pekerjaan pasti pasti di benarkan sama kami – Red),” katanya.
Saat ditanya mengenai keterlibatannya dalam pelaksanaan proyek P3A-TGAI tersebut, Boby abimanyu mengaku tidak memiliki jabatan atau posisi apa pun dalam kegiatan tersebut.
“Bukan sebagai apa-apa,” jawabnya.
Sebelumnya, awak media juga telah berupaya menghubungi B.A melalui pesan WhatsApp. Namun, B.A justru mengarahkan awak media untuk menemui seseorang berinisial E.S.
Menindaklanjuti arahan tersebut, tim media kemudian mendatangi kediaman E.S. Namun, saat tiba di lokasi, yang bersangkutan tidak berada di rumah. Berdasarkan keterangan orang kepercayaannya, E.S sedang berada di luar kota.
Upaya konfirmasi kembali dilakukan melalui pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini diturunkan, pesan yang dikirimkan kepada E.S masih menunjukkan status centang satu.
Sikap sejumlah pihak yang dinilai belum memberikan penjelasan secara terbuka tersebut kemudian memunculkan dugaan di kalangan awak media bahwa pelaksanaan proyek P3A-TGAI di Desa Sumurbandung diduga memiliki pihak tertentu yang memberikan perlindungan atau “bekingan”.
Namun demikian, dugaan tersebut masih memerlukan klarifikasi dan pembuktian lebih lanjut dari pihak-pihak terkait.
Awak media masih berupaya meminta konfirmasi kepada pengurus P3A-TGAI, pihak pelaksana kegiatan, serta instansi terkait guna memperoleh informasi yang berimbang mengenai pelaksanaan proyek tersebut.