KOTA SERANG– Sejumlah warga di Kota Serang mengeluhkan pengenaan biaya dengan tarif puluhan ribu rupiah oleh oknum kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) usai melakukan imunisasi.
Padahal sebagaimana diketahui pelayanan imunisasi dasar lengkap di Posyandu seluruh Indonesia diberikan secara gratis, karena telah disediakan pemerintah untuk balita guna mencegah penyakit menular.
Adapun jenis-jenis imunisasi rutin bulanan di Posyandu yaitu BCG (TBC), Hepatitis B, Polio (tetes/suntik), DPT-HB-HiB (difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, meningitis), PCV (pneumonia), dan Campak-Rubella (MR).
“Setahu saya dari dulu imunisasi di posyandu itu gratis. Jadi kaget juga pas udah selesai imunisasi tiba-tiba disuruh bayar. Awalnya mereka patok Rp 15.000 per imunisasi karena anak saya tiga imunisasi, saya harus bayar Rp 45.000. Cuma karena uang saya pas-pasan nego-lah jadi saya bayar Rp 25.000,-” keluh salah seorang warga Kelurahan Cimuncang yang meminta tidak disebutkan namanya, Jumat, 17 April 2026.
Padahal, lanjut dia, jujur saja semangat saya dari rumah untuk ikut imunisasi di Posyandu itu karena pelayanannya gratis.
” Tapi kenyataannya tidak. Uang yang saya bawa seharusnya untuk keperluan lain yang lebih penting terpaksa harus dikeluarkan untuk biaya imunisasi,” ucapnya sedikit kesal.
Kepala Dinkes Kota Serang Pastikan Imunisasi Gratis
Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang, Hasanuddin memastikan seluruh pelayanan apapun di Posyandu gratis.
“Tidak ada itu biaya-biaya, pelayanan imunisasi maupun lainnya di Posyandu itu gratis karena semua obat kita sudah fasilitasi,” tegasnya.
Atas peristiwa ini, Hasanuddin memastikan akan memanggil seluruh kader di Kota Serang khusus Kelurahan Cimuncang untuk diberikan pembinaan lebih lanjut.
“Coba konfirmasi juga Kepala Puskesmas-nya Om,” pinta Kadinkes Kota Serang, Sabtu, 18 April 2026.
Kepala Puskesmas Rau Akan Evakuasi Kader ‘Nakal’
Hal senada disampaikan Kepala Puskesmas Rau, Kecamatan Serang, Hj. Dewi Widaningsih.
Dikatakan bahwa pelayanan imunisasi di Posyandu tidak dikenakan biaya apapun alias gratis.
Dari kejadian ini, Dewi akan melakukan evaluasi kepada seluruh kader Posyandu sebagai mitra Puskesmas Rau.
“Khususnya kader-kader yang ‘nakal’ nanti kita ingatkan agar tidak kembali mengulangi tindakan yang seperti ini, karena berpotensi akan mencoreng nama baik program dan kebijakan pemerintah,” ucapnya.
Reporter : Raka Andrian
