SERANG, – Warga Kampung Pasir Sempur RT 16/02, Desa Bojot, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten, mengaku resah menyusul beredarnya dugaan pesan ancaman melalui grup WhatsApp warga. Senin (4/8/2026)
Persoalan bermula dari informasi yang berkembang di masyarakat terkait dugaan seorang pria masuk ke rumah warga dengan maksud melakukan tindakan tidak pantas terhadap seorang perempuan. Informasi awal itu disampaikan langsung oleh suami dari perempuan yang disebut sebagai korban kepada warga sekitar.
Upaya Musyawarah Berujung Pesan “Bakal Datang Rame-rame
Untuk menjaga keamanan lingkungan, warga bersama tokoh masyarakat dan Ketua RT berinisiatif menggelar musyawarah di kediaman Ketua RT. Tujuannya mencari kejelasan informasi dan menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.
Namun sebelum musyawarah berlangsung, justru muncul dugaan pesan bernada ancaman dari seorang pria yang dikenal dengan sapaan Buleng di grup WhatsApp.
“Iya benar, Minggu (2/8/2026) ada pesan di grup WhatsApp isinya meminta warga bersiap karena disebut akan ada pihak yang datang ke kampung kami,” ujar salah seorang warga.
Isi pesan tersebut berbunyi: “siap,,be pokonamah masarkat ti pasir sempur budak laes bakal daratang rame be pokonamah”
Artinya: “siap, pokoknya masyarakat dari Pasir Sempur, anak-anak juga bakal datang ramai pokoknya”
Keterangan serupa disampaikan saksi bernama Adong. Ia mengaku melihat sejumlah orang berkumpul di rumah kerabat Buleng setelah pesan itu beredar.
“Minggu malam saya lihat ada banyak orang berkumpul di rumah kakaknya. Mereka bukan warga kampung kami. Saya tidak tahu maksud kedatangan mereka, tapi itu terjadi setelah pesan tersebut beredar,” katanya.
Menanggapi situasi tersebut, Ketua RT Kampung Pasir Sempur, Daning, mengatakan pihaknya memilih menempuh jalur hukum agar persoalan ditangani tepat dan tidak menimbulkan konflik.
“Kami tidak ingin warga resah. Negara kita negara hukum, jadi kami sepakat melaporkan ini ke kepolisian sebagai langkah pencegahan agar situasi tetap aman dan kondusif,” ujar Daning.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media telah berupaya meminta klarifikasi kepada Buleng selaku pihak yang disebut mengirim pesan di grup WhatsApp.
Konfirmasi dilakukan melalui pesan WhatsApp dan panggilan telepon. Namun hingga berita tayang, yang bersangkutan tidak merespons alias bungkam.
Sementara itu, terkait informasi dugaan tindakan pelecehan yang menjadi awal persoalan, masih perlu penanganan dan pembuktian lebih lanjut sesuai proses hukum yang berlaku.