Banyumas — Sampah yang selama ini dianggap beban lingkungan, di tangan Greenprosa justru berubah menjadi sumber kehidupan dan nilai ekonomi.

Model ekonomi sirkular di Desa Banjaranyar, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menarik perhatian langsung Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dalam kunjungan kerjanya pada Selasa (1/9/2026).

 
♻️ Rantai yang Menghidupkan: Sampah — Pakan — Produk Bernilai

Zulhas meninjau langsung bagaimana sampah diolah secara terintegrasi bersama peternakan kambing perah, menciptakan siklus yang saling menyokong:

🥫 Sisa Makanan Jadi Pakan Ternak

Sisa makanan industri yang kedaluwarsa — seperti susu bubuk, biskuit, dan produk kemasan lainnya — tidak lagi dibuang, melainkan diolah menjadi pakan ternak lengkap.

“Pakan ternak yang digunakan adalah produk inovasi berbasis sisa makanan kemasan yang kedaluwarsa.

Dengan cara ini, bahan yang berpotensi menjadi limbah dapat dimanfaatkan kembali untuk peternakan sekaligus menekan biaya produksi.”
— Agus Santoso, Komisaris Utama Greenprosa

🧱 Sampah Plastik Berubah Jadi Rumah

Sementara sampah plastik diolah menjadi papan plastik (plastic board) dan atap/genteng plastik yang kuat, tahan pecah, dan siap dipakai sebagai bahan bangunan rumah maupun kandang ternak.

“Produk ini dapat diaplikasikan untuk bahan bangunan rumah maupun kandang ternak.”
— Arky Gilang Wahab, CEO Greenprosa

🤩 “Luar Biasa — Sampah Jadi Produk Bernilai Tinggi”

Melihat langsung proses di lapangan, Menko Pangan Zulkifli Hasan sangat terkesan:

“Ini luar biasa. Sampah bisa diolah menjadi produk yang punya nilai ekonomi tinggi.”

Zulhas juga sempat berdialog dengan pengelola bank sampah, peternak, dan petani binaan Greenprosa — serta melihat langsung hasil susu kambing perah yang dihasilkan dari sistem tersebut.

 
🏡 Didorong Jadi Model Desa di Seluruh Jawa Tengah

Konsep ini dinilai bukan sekadar solusi sampah, melainkan model ekonomi desa yang utuh:

  • ✅ Mengurangi limbah lingkungan
  • ✅ Menekan biaya pakan ternak
  • ✅ Menghasilkan bahan bangunan terjangkau
  • ✅ Memberdayakan masyarakat melalui bank sampah dan peternakan
  • ✅ Menghasilkan produk pangan bernilai tinggi: susu kambing

Zulhas berharap model ini segera direplikasi:

“Saya sangat terinspirasi dengan model pengolahan sampah yang terintegrasi dengan peternakan kambing perah, didukung pakan dari sisa makanan industri, serta menghasilkan papan dan atap plastik. Konsep ekonomi sirkular seperti ini harus bisa diimplementasikan di banyak desa.”

Langkah awalnya, model ini dijadikan proyek percontohan di desa-desa wilayah Jawa Tengah bagian selatan.

📌 Inti Model Greenprosa

Aliran Apa yang Terjadi
🗑️ Sampah makanan industri ➜ Diolah jadi pakan ternak kambing
🧴 Sampah plastik ➜ Diolah jadi papan & atap plastik
🐄 Peternakan kambing perah ➜ Menghasilkan susu & kotoran untuk pupuk
👨‍👩‍👧‍👦 Masyarakat ➜ Terlibat dalam bank sampah, peternakan, pertanian

Intinya: Tidak ada yang terbuang. Setiap limbah menjadi bahan baku bagi tahap berikutnya — menutup rantai dan menciptakan ekonomi yang berkelanjutan.