“Pendidikan antikorupsi bertujuan membentuk karakter yang tidak ingin melakukan korupsi. Melalui cerpen, siapa pun bisa berkontribusi menanamkan nilai kejujuran dan integritas,” ujarnya.
Wakil Ketua KPK RI, Ibnu Basuki Widodo, menambahkan bahwa literasi merupakan sarana efektif dalam menanamkan nilai-nilai integritas kepada masyarakat.
Ia menjelaskan nilai tersebut terangkum dalam konsep “JUMAT BERSEPEDA KK”, yang meliputi jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, adil, dan kerja keras.
“Rekor MURI ini bukan sekadar simbol, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam pemberantasan korupsi,” tegasnya.
Pengakuan resmi dari MURI disampaikan oleh Direktur Marketing MURI, Awan Rahargo, yang menyebut jumlah karya tersebut sebagai yang terbanyak di Indonesia untuk tema antikorupsi.
Penghargaan diberikan kepada SIP Publishing atas pencapaian rekor antologi cerpen terbanyak bertema antikorupsi.
Pencapaian ini menegaskan bahwa literasi tidak hanya menjadi ruang ekspresi, tetapi juga instrumen strategis dalam membangun budaya integritas dan memperkuat upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.