LEBAK – Aripin (7) dan Samsul (13) dua orang anak dibawah umur asal Kampung Sabagi, Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mengalami luka bakar yang cukup serius pada bagian wajah dan bagian tubuh lainnya akibat bermain meriam bambu (bleson), Selasa (24/2/2026).
Permainan meriam bambu yang sering dimainkan oleh anak-anak pada saat bulan Ramadan. Meriam bambu yang berbahan spirtus dan dituangkan kedalam wadah atau kaleng bekas susu, yang dirakit memanjang tersebut, bisa menimbulkan suara ledakan seperti petasan. Namun, bahan bakar spirtus mudah menguap dan rawan memicu ledakan.
Jaja, salah seorang orang tua korban mengatakan, peristiwa tersebut bermula saat kedua korban meminta korek api gas dengan alasan akan menyalakan petasan.
“Mereka bilang hendak menyalakan petasan, namun ternyata untuk main meriam bambu yang diisi spirtus kemudian dibakar, sialnya permainan ini meledak hingga mengenai wajah dan tubuhnya,” ungkap Jaja, Selasa (24/2/2026).
Lanjut Jaja menambahkan, warga yang melihat kejadian tersebut pun langsung berusaha menolong korban dengan menyiramkan air ketubuh kedua korban.
“Warga yang panik berupaya memberikan pertolongan pertama dengan menyiramkan air ke tubuh korban, kemudian membawa keduanya ke klinik terdekat,” ujarnya.
Hingga saat ini kedua korban masih menjalani perawatan intensif di Unit Gawat Darurat Klinik Antasari Farma, Rangkasbitung.
Diketahui bahwa kedua korban tersebut mengalami luka bakar pada bagian wajah, tangan, kaki hingga sekujur tubuhnya karena terkena semburan api dari meriam bambu tersebut.
