JAKARTA — Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang baru dibentuk sudah bisa beroperasi.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan, anggaran operasional awalnya bersumber dari Kementerian ESDM.
“Pak Bahlil menangani anggaran dengan sangat baik. Dari Kementerian ESDM,” ujar Suahasil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/10/2026).
Kementerian ESDM mendapat pagu anggaran 2027 sebesar Rp27,37 triliun. Sekitar 82% atau Rp22,51 triliun untuk program strategis dan infrastruktur energi. Sisanya Rp3,59 triliun untuk belanja operasional dan Rp1,27 triliun untuk program publik nonfisik.
Tapi bukan berarti seluruh anggaran ESDM dialihkan ke Kemenko Hilirisasi. Pemerintah masih menyusun rincian pengalokasiannya.
“Saat ini pemerintah sedang menentukan:
- Bagian Anggaran (BA)
​ - Tata kelola dan administrasi
​ - Mekanisme pengelolaan anggaran kementerian baru
Artinya, sumber dana awal memang dari ESDM, tapi desain anggaran permanen belum selesai.
Bahlil Lahadalia dilantik 1 Oktober 2026 sekaligus sebagai Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi dan Menteri ESDM.
Kemenko ini berfungsi mengoordinasikan, bukan mengambil alih fungsi teknis kementerian lain.
Anggaran awal dari ESDM agar Kemenko baru bisa langsung berjalan
Belum seluruh pagu ESDM dialihkan
Desain anggaran permanen masih dalam proses penyusunan
Fokus utama: mempercepat hilirisasi dan transisi energi