Bandung — Prof. Dr. H. Budi Suryanto, S.H., M.H., M.Si. kembali dipercaya mengemban amanah, kali ini sebagai Anggota Mustafad Idarah Wustha JATMAN Provinsi Jawa Barat masa khidmat 2026–2031. Keputusan tertuang dalam SK Idarah Aliyyah JATMAN Nomor 196.SK-JATMAN.I-A.1-A.01.06.2026, ditetapkan Jakarta, 17 Juni 2026.

 
Perjalanan pengabdiannya telah berjalan sejak 1999:

  • PCNU Kota Bekasi: Wakil Bendahara (1999–2004), Wakil Tanfidziyah (2 periode), Mustasyar (2 periode)
    ​
  • PBNU Pusat: Pengurus LPPNU dan Wakaf (2009–2019)
    ​
  • JATMAN Jawa Barat: Penasihat/Mustafad sejak 2025, kini diperpanjang masa khidmat 2026–2031

“Saya memandang ini pertama-tama sebagai amanah, bukan sekadar jabatan.”Prof. Budi menyoroti empat hal penting bagi organisasi keagamaan:

Tantangan Penjelasan

  • Kaderisasi Generasi muda bukan sekadar objek kegiatan — harus diberi ruang belajar, berdiskusi, dan memimpin
  • Literasi Digital Informasi bergerak cepat; organisasi harus mampu menyaring dan menyampaikan nilai dengan cara yang relevan
  • Tradisi Keilmuan Tradisi dan kemajuan tidak bertentangan — nilai tetap dijaga, cara penyampaian disesuaikan zaman
  • Kemaslahatan Sosial Nilai spiritual harus tercermin dalam kehidupan nyata: kepedulian, kejujuran, dan kesederhanaan

“Generasi muda harus diajak berdialog, bukan sekadar diberi ceramah. Jangan berhenti belajar, dan jangan kehilangan akhlak. Ilmu tanpa akhlak bisa kehilangan arah. Teknologi tanpa nilai bisa kehilangan kendali.”

“Jabatan boleh berganti, tetapi pengabdian harus terus berjalan.”

Struktur organisasi yang rapi harus diikuti kerja nyata. Organisasi keagamaan perlu menjaga akar tradisi sekaligus beradaptasi dengan zaman — agar nilai-nilai luhur tetap relevan dan bermanfaat bagi masyarakat masa kini.