SERANG – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Banten menegaskan pentingnya media siber beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital melalui penguatan multi-platform serta peningkatan peran dalam menangkal penyebaran hoaks di tengah masyarakat.
Hal tersebut mengemuka dalam diskusi interaktif yang digelar bersama Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Provinsi Banten. Kegiatan itu dipandu perwakilan Bidang Aspim Pemprov Banten, Kusma, dan dihadiri jajaran pengurus SMSI se-Provinsi Banten.
Ketua SMSI Provinsi Banten, Lesman Bangun, mengatakan media online saat ini dituntut untuk terus bertransformasi agar tetap relevan dan mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Menurutnya, perusahaan media siber tidak lagi cukup hanya mengandalkan website, tetapi juga harus mengoptimalkan berbagai platform digital seperti Facebook, TikTok, hingga YouTube sebagai sarana distribusi informasi.
“Berita yang sudah tayang di website harus didistribusikan ke berbagai platform media sosial agar penyebaran informasi lebih masif dan masyarakat tidak tertinggal informasi. Selain itu, insan pers juga harus menjadi garda terdepan dalam menangkal hoaks di era digital,” ujar Lesman.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Kemitraan Komunikasi (PIKK) Diskominfo Provinsi Banten, Akhmad Subhan Syafa’at, mengatakan Pemprov Banten terus mempercepat implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sesuai arahan pemerintah pusat.
Menurutnya, digitalisasi kini diterapkan secara menyeluruh, baik dalam pelayanan publik maupun sistem kerja aparatur sipil negara (ASN).
“Seluruh instansi saat ini bergerak dari sistem manual menuju digital, termasuk penerapan tanda tangan elektronik dan identitas digital. Bahkan pelatihan ASN kini difokuskan pada peningkatan literasi digital,” katanya.
Ia menjelaskan, penerapan digitalisasi juga berdampak pada efisiensi anggaran daerah, salah satunya melalui pengurangan perjalanan dinas dan optimalisasi rapat virtual.
“Efisiensi anggaran ini dapat dialihkan untuk program pembangunan yang lebih menyentuh masyarakat. Karena itu, kami membutuhkan kolaborasi media online untuk mengedukasi publik terkait berbagai capaian pembangunan daerah,” tambahnya.
Sekretaris SMSI Provinsi Banten, Nasrudin, menyoroti tingginya penetrasi internet hingga ke pelosok desa yang menurutnya harus diimbangi dengan peningkatan literasi digital masyarakat.
“Strategi penguatan media siber terletak pada kecepatan dan akurasi informasi. Masyarakat juga harus diedukasi agar mampu menyaring informasi dan bersama-sama memerangi penyebaran berita hoaks,” ujarnya.
Dalam diskusi tersebut, narasumber senior H. Nana Sutisna menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan media dalam mendukung pembangunan daerah di era digital.
Menurutnya, media siber memiliki peran strategis sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat melalui penyajian informasi yang edukatif, mudah dipahami, dan terpercaya.
“Ketika pemerintah melakukan digitalisasi layanan publik, media harus mampu mengemas informasi tersebut menjadi konten yang menarik, mudah dipahami, dan bersih dari hoaks agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.