TANGERANG — Kejuaraan Bulutangkis PSC Open 2026 yang digelar di GOR PSC, Kabupaten Tangerang, Banten, pada 31 Agustus hingga 3 September 2026, tidak sekadar menjadi ajang perebutan gelar juara.
Turnamen tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya membangun pembinaan bulutangkis yang berkelanjutan, khususnya di Kabupaten Tangerang dan Provinsi Banten.
Ketua PBSI Kabupaten Tangerang, Ujang Maulana, mengatakan kompetisi menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembinaan atlet. Menurutnya, prestasi tidak dapat diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang dan berkesinambungan.
“Dari kompetisi menuju prestasi, dari pembinaan menuju generasi juara,” ujar Ujang Maulana. Jumat (4/9/2026).
Ia menjelaskan, pembentukan atlet berprestasi membutuhkan pembinaan yang terarah, kompetisi berkualitas, pelatih yang berdedikasi, serta kesempatan bagi atlet muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding dan mengukur kemampuan.
Melalui PSC Open 2026, kata Ujang, atlet dari berbagai klub dan daerah mendapatkan ruang untuk berkompetisi sekaligus meningkatkan mental bertanding.
“Prestasi tidak lahir secara instan. Prestasi membutuhkan proses panjang melalui pembinaan yang terarah, kompetisi yang berkualitas, pelatih yang berdedikasi, serta kesempatan bagi atlet-atlet muda untuk terus berkembang dan mengukur kemampuan mereka,” katanya.
Selain mengejar prestasi, turnamen tersebut juga diharapkan dapat menanamkan nilai sportivitas, disiplin, serta mental juara kepada para atlet sejak usia dini.
Ujang menilai pengalaman bertanding dalam turnamen seperti PSC Open 2026 sangat penting bagi perkembangan atlet muda. Dari kompetisi tersebut, para atlet dapat mengevaluasi kemampuan sekaligus memperoleh pengalaman menghadapi lawan dengan karakter permainan yang berbeda.
“Melalui PSC Open 2026, kami ingin memberikan ruang kompetisi bagi atlet dari berbagai klub dan daerah untuk mendapatkan pengalaman bertanding, meningkatkan mental juara, menjunjung tinggi sportivitas, serta membuka peluang lahirnya bibit-bibit atlet potensial,” ujarnya.
Menurutnya, bibit-bibit potensial tersebut diharapkan mampu berkembang hingga membawa nama Kabupaten Tangerang, Banten pada level yang lebih tinggi, bahkan ke tingkat nasional dan internasional.
Ujang menegaskan, pembinaan atlet tidak boleh berhenti setelah satu turnamen selesai. Karena itu, ia berharap PSC Open dapat terus digelar secara berkesinambungan dan menjadi bagian dari ekosistem pembinaan bulutangkis di Kabupaten Tangerang.
“Kami ingin membangun sebuah ekosistem pembinaan yang terus berjalan dari tingkat klub, daerah, provinsi hingga nasional,” katanya.