LEBAK, BANTEN — Menindaklanjuti hasil pertemuan antara pihak aktivis dengan PT Indonesia Comnets Plus / ICONNET, pertemuan tersebut ternyata tidak membawa hasil yang maksimalSelasa 1 September 2026.

Pertanyaan krusial dari pemberitaan sebelumnya terkait pelaksanaan “Belanja Jasa Intranet” Pemkab Lebak hingga kini belum dijawab tuntas oleh pihak terkait.

Delik pertanyaan utama dalam pemberitaan awal belum diberikan jawaban. Yaitu, apakah Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian / Diskominfo Kabupaten Lebak menerima promo dari kegiatan belanja Internet Corpo 1:1 maksimal 3 Gbps, Internet Backhoul, IP Public dan Metro QnQ/Tunneling.

Proyek ini bernilai Rp1,8 Miliar per tahun. Jika diakumulasi dari tahun 2025-2026, totalnya mencapai Rp3,6 Miliar.
Klarifikasi terkait promo diskon 25-30% yang disebut dikeluarkan oleh PT ICONNET sebagai pemenang pekerjaan dan anak perusahaan PT PLN, juga belum terjawab.

Diberitakan sebelumnya, dari 28 kecamatan, sedikitnya 3 kecamatan menyatakan layanan internet belum dapat diakses secara maksimal.
Akses internet yang dipasang ICONNET hanya tersedia di satu ruangan rapat besar. Sementara area depan, belakang, dan samping gedung kecamatan tidak dapat mengakses wifi.

“Ya fasilitas internet tersebut sangat dibutuhkan oleh semua Dinas Instansi di Kabupaten Lebak. Cuma kami baru bisa memberikan sampai tingkat 28 Kecamatan saja,” ujar Kadiskominfo Kab. Lebak, Dr. Anik saat dikonfirmasi pada Rabu 19/08/2026.

Berdasarkan data RUP LKPP Kode 64342363, paket “Belanja Jasa Intranet” memiliki pagu Rp1.800.000.000 APBD 2026.

Aktivis Novi menyebut ini celah klasik spesifikasi teknis.
“‘Jasa Intranet’ biasanya hanya mencakup penarikan FO dan pemasangan modem di satu titik. Penyebaran wifi ke seluruh gedung masuk kategori LAN Inhouse yang sering tidak dianggarkan. Alhasil kecamatan harus cari dana sendiri untuk beli Access Point. Spesifikasi di atas kertas 3 Gbps, tapi pengalaman pengguna di bawah,” ungkap Novi.

Novi mendesak Diskominfo dan Inspektorat melakukan audit: mengecek realisasi di 78 titik, menuntaskan keluhan 3 kecamatan, dan membuka rincian BoQ kontrak.
“Dengan anggaran Rp3,6 Miliar selama 2 tahun, pengawasan harus lebih ketat. Jangan sampai anggaran besar tapi manfaatnya tidak dirasakan. Ini harus jadi bahan evaluasi untuk tahun kedua,” tegas Novi.

Demi informasi yang berimbang, awak media mencoba menghubungi Waseh selaku Sekdis Diskominfo Lebak melalui kontak WhatsApp.
Saat dihubungi, chat tidak dijawab dan saat ditelepon juga tidak diangkat. Padahal informasi lebih lanjut sangat dibutuhkan.

Redaksi masih berupaya mengkonfirmasi kepada pihak PT ICONNET dan Diskominfo Lebak.
Redaksi membuka ruang hak jawab seluas-luasnya.