SERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menegaskan komitmennya untuk memperkuat pengembangan pelatihan kerja dan vokasi sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), memperluas kesempatan kerja, serta menekan angka pengangguran terbuka.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Serang, Muhammad Najib Hamas, saat membuka Rapat Koordinasi Pelatihan Tenaga Kerja dan Vokasi bersama Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang di Aula KH Syam’un, Selasa 21/7/2026. Kegiatan tersebut dihadiri unsur pemerintah, dunia usaha, dunia industri, lembaga pelatihan kerja, serta berbagai pemangku kepentingan.

Najib Hamas mengatakan rapat koordinasi ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dunia industri, dan lembaga pelatihan kerja dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan di Kabupaten Serang.

“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Serang tahun 2025, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mencapai 8,73 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi Banten sebesar 6,89 persen dan menjadi yang tertinggi kedua setelah Kabupaten Pandeglang. Kondisi ini menuntut langkah nyata untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di pasar kerja,” ujar Najib.

Menurutnya, perkembangan teknologi, digitalisasi, dan transformasi industri menuntut tenaga kerja memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Karena itu, pelatihan vokasi harus diselenggarakan secara adaptif, berbasis kebutuhan industri, serta berorientasi pada peningkatan produktivitas dan daya saing tenaga kerja.

Selain memenuhi kebutuhan sektor industri, Pemkab Serang juga mendorong lahirnya tenaga kerja yang berjiwa wirausaha. Potensi sumber daya alam dan ekonomi lokal dinilai menjadi peluang besar untuk menciptakan wirausaha baru yang mampu memperkuat perekonomian daerah dan meningkatkan kemandirian desa.

“Peningkatan kapasitas masyarakat tidak hanya diarahkan pada keterampilan teknis, tetapi juga keterampilan berbasis masyarakat yang mampu melahirkan wirausaha baru serta memperkuat ekonomi lokal,” katanya.

Najib juga mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat koordinasi dalam menyelaraskan kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri. Akses pelatihan, kata dia, harus diperluas bagi pencari kerja, lulusan sekolah, korban pemutusan hubungan kerja (PHK), penyandang disabilitas, maupun kelompok masyarakat lainnya.

Ia menegaskan pelatihan vokasi bukan sekadar sarana peningkatan keterampilan, tetapi juga menjadi instrumen pemerataan kesempatan kerja dan pengurangan angka pengangguran.

Pada kesempatan tersebut, Pemkab Serang menyatakan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan BBPVP Serang dalam pengembangan pelatihan vokasi. BBPVP Serang dinilai memiliki rekam jejak yang baik melalui berbagai program unggulan, seperti Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) di bidang teknik las, listrik, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), manufaktur, serta garmen.

Selain itu, BBPVP Serang juga mengembangkan program Project Based Learning (PBL) yang mencakup smart manufacturing, smart farming, dan smart tourism, program Green Jobs yang mendukung energi terbarukan, konservasi energi, serta pengolahan sampah, program pemagangan luar negeri ke Korea Selatan, Taiwan, Jepang, dan Jerman, hingga Tailor Made Training yang disesuaikan dengan kebutuhan industri dan daerah.

Berdasarkan data internal BBPVP Serang, berbagai program tersebut telah menghasilkan lulusan yang siap bekerja maupun berwirausaha, dengan tingkat penyerapan peserta ke dunia kerja dan wirausaha dalam kurun waktu enam bulan setelah pelatihan.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Wakil Bupati Serang berharap seluruh pihak dapat merumuskan langkah-langkah konkret untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja Kabupaten Serang, memperluas kesempatan kerja dan pemagangan, menurunkan angka pengangguran terbuka, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

“Melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan, kita berharap mampu mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, produktif, dan berdaya saing sehingga mampu mendukung terwujudnya Kabupaten Serang Bahagia,” tutup Najib.

Turut hadir perwakilan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, Kepala Bapperida Kabupaten Serang Devid Hermawan, Kepala Disnakertrans Kabupaten Serang Diana Adhianty Utami, serta perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Serang.