SERANG — Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Serang agar bergerak cepat melakukan penanganan darurat di sejumlah lokasi terdampak bencana banjir dan longsor.

Salah satu langkah konkret penanganan pasca longsor yang dilakukan adalah membangun bronjong sepanjang 60 meter dengan ketinggian 3 meter di bantaran Sungai Cilehem, tepatnya di Kampung Cilehem, Desa Curug Goong, Kecamatan Padarincang.

Pembangunan bronjong tersebut merupakan respons cepat pemerintah daerah menyusul terjadinya longsor akibat gerusan aliran Sungai Cilehem yang dipicu tingginya intensitas hujan pada 27–28 Desember 2025. Peristiwa tersebut mengakibatkan sedikitnya empat rumah warga terdampak dan berada dalam kondisi kritis.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, DPUPR Kabupaten Serang langsung turun ke lapangan untuk melakukan penanganan darurat.

“Kami dari Dinas PUPR saat ini meninjau langsung lokasi pemasangan bronjong di Kampung Cilehem. Di lokasi ini sebelumnya terjadi longsor akibat gerusan aliran sungai,” ujar Kepala Bidang Penataan Bangunan DPUPR Kabupaten Serang, Ade Irfansyah, saat ditemui di lokasi, Selasa (27/1/2026).

Ade menjelaskan, longsor terjadi karena dinding sungai tidak mampu menahan derasnya aliran air, sehingga bibir sungai mengalami pengikisan dan semakin mendekati bangunan rumah warga.

“Sedikitnya ada empat rumah yang terdampak dan kondisinya cukup mengkhawatirkan,” jelasnya.

Sebagai langkah penanganan, DPUPR Kabupaten Serang melakukan pemasangan bronjong untuk menahan gerusan sungai sekaligus mencegah terjadinya longsor susulan di wilayah tersebut.

“Harapannya ke depan tidak terjadi lagi longsor. Penanganan menggunakan bronjong ini diharapkan efektif mengamankan wilayah Kampung Cilehem,” tegas Ade.

Ia menambahkan, pekerjaan pemasangan bronjong mulai dilaksanakan sekitar 5 Januari 2026 atau tiga hari setelah kejadian longsor.

“Penanganan ini merupakan instruksi langsung dari Ibu Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, melalui Kepala DPUPR Pak Ronny Natadipraja agar segera dilakukan penanganan darurat,” ungkapnya.

Respons cepat pemerintah daerah tersebut mendapat apresiasi dari warga setempat. Salah seorang warga Kampung Cilehem, Saefullah, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan tindakan cepat yang dilakukan pemerintah daerah.

“Mudah-mudahan setelah dibangun bronjong ini tidak terjadi lagi longsor. Terima kasih kepada Ibu Bupati Serang,” ujarnya.

Tak hanya di Kecamatan Padarincang, Ade Irfansyah bersama jajaran DPUPR Kabupaten Serang juga meninjau pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di sekitar halaman Kantor Kecamatan Ciomas, tepatnya di Kampung Kurung Kotok, Desa Panyaungan Jaya.

Camat Ciomas, Ugun Gurmilang, mengatakan longsor di lokasi tersebut terjadi akibat jebolnya TPT di belakang kantor kecamatan karena derasnya aliran air dan tingginya curah hujan pada awal Januari 2026.

“Setelah dilakukan koordinasi dengan DPUPR, alhamdulillah langsung direspons dan dilakukan pembangunan TPT karena ini merupakan akses jalan warga,” kata Ugun.

Adapun panjang pembangunan TPT di lokasi tersebut diperkirakan mencapai sekitar 30 meter.