Lebak, – Polemik menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lebak terus bergulir, dimana maraknya penyebaran Video dan foto menu di platform media sosial TikTok dan Instagram, hal ini sangat memicu reaksi publik. Hal ini pula yang menjadi sorotan tajam dari Koordinator Divisi Investigasi Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM GMBI) Dewan Pimpinan Distrik Lebak, yang menilai terdapat sejumlah temuan di lapangan yang diduga tidak sesuai dengan standar gizi program.

Dalam dokumentasi yang viral akhir-akhir ini, terlihat menu yang dinilai jauh dari konsep “Makan Bergizi Seimbang”. Pasalnya kondisi ini memunculkan pertanyaan masyarakat terkait efektivitas pengawasan dapur, serta kinerja Satgas MBG di wilayah Kabupaten Lebak.

Tim Investigasi juga menegaskan, pihaknya menerima banyak sekali laporan dari masyarakat yang mempertanyakan kualitas menu yang disajikan.

“Pada dasarnya program ini sangat baik dan mulia untuk generasi penerus bangsa, akan tetapi jika dalam pelaksanaannya ditemukan menu yang tidak memenuhi unsur gizi seimbang, tentu ini harus menjadi evaluasi serius. Ditambah pengawas dapur dan Satgas MBG harus benar-benar hadir dan dapat bekerja dengan nyata di lapangan,” tegasnya.

Sambungnya, pengawasan ini tidak boleh hanya bersifat administratif, tetapi harus menyentuh langsung kualitas bahan makanan, kebersihan pengolahan, serta kecukupan nilai gizi.

Sementara Ketua LSM GMBI DPD Lebak, King Naga, turut angkat bicara terkait polemik yang berkembang di tengah masyarakat.

“Kami mendukung penuh program pemerintah yang berpihak pada rakyat, khususnya anak-anak sekolah. Namun jangan sampai pelaksanaannya dilapangan terkesan asal-asalan. Jika memang ada kekurangan, harus segera dibenahi. Jangan sampai kepercayaan publik hilang,” ungkap King Naga.

Lanjut King Naga, LSM GMBI akan terus menjalankan fungsi kontrol sosial demi memastikan program berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran.

“Kami tidak mencari kesalahan, tapi memastikan anggaran yang digunakan benar-benar memberi manfaat maksimal. Evaluasi itu penting, jika perlu, lakukan audit terbuka agar masyarakat mendapatkan kejelasan,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola MBG di Kabupaten Lebak belum ada yang berani memberikan klarifikasi resmi, terkait viralnya video dan foto menu tersebut.

Publik kini menanti langkah konkret dari pihak terkait untuk memastikan Program MBG benar-benar berjalan sesuai standar gizi dan tujuan awalnya, yakni menciptakan generasi sehat, kuat, dan cerdas.