SERANG – Semangat gotong royong masih menjadi tradisi yang hidup di tengah masyarakat. Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Desa (Pemdes) Jawilan bersama Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) menggelar kegiatan pengecatan gerbang dan lingkungan Kantor Desa Jawilan, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, secara swadaya pada Kamis 6/8/2026.
Sejak pagi, perangkat desa bersama unsur LKD tampak antusias bergotong royong mengecat gerbang atau gapura kantor desa. Gapura tersebut akan menjadi penanda sekaligus penyambut perayaan kemerdekaan di lingkungan Desa Jawilan.
Kegiatan pengecatan melibatkan berbagai unsur lembaga desa, mulai dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), hingga para Ketua RT dan RW setempat. Seluruh biaya pengecatan berasal dari swadaya sukarela masyarakat.
Kepala Desa Jawilan, Sukarya, S.AP, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk partisipasi bersama dalam menjaga kebersihan dan kerapihan lingkungan kantor desa sekaligus melestarikan tradisi menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Pengecatan gerbang atau gapura kantor desa ini dilakukan secara swadaya dan sukarela. Tujuannya agar lingkungan kantor desa terlihat lebih rapi, bersih, dan menjadi simbol semangat gotong royong serta kebersamaan antara pemerintah desa dan lembaga kemasyarakatan desa dalam menyambut Hari Kemerdekaan,” ujarnya.
Sukarya berharap semangat gotong royong yang telah menjadi budaya masyarakat dapat terus terjaga.
“Semoga semangat gotong royong ini terus terpelihara dan perayaan HUT RI ke-81 dapat berlangsung meriah serta penuh kebersamaan,” harapnya.
Ia menambahkan, pengecatan gapura desa bukan sekadar mempercantik lingkungan, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan sekitar.
“Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta menjaga tradisi gotong royong yang telah diwariskan oleh para leluhur secara turun-temurun,” pungkasnya.