Program ini difokuskan pada sekolah swasta guna memastikan seluruh anak mendapatkan akses pendidikan yang setara dan berkualitas, meningkatkan partisipasi sekolah, serta mendorong keadilan sosial dan penciptaan sumber daya manusia unggul.

Selanjutnya Program Sarjana Penggerak Desa memberikan beasiswa hingga Rp20 juta per orang, dengan fokus pada bidang pertanian, perkebunan, kelautan, perikanan, peternakan, ekonomi, akuntansi, dan teknologi informasi.

Banten Kuat
Banten Kuat, merupakan perwujudan dari program strategis nasional pemerintah pusat di daerah yang dikenal dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KMP). Dengan tujuan memperkuat kelembagaan ekonomi masyarakat desa dan kelurahan, Pemerintah Provinsi Banten menunjukkan komitmennya dengan menetapkan 4 lokasi Mock-Up representasi koperasi percontohan berbasis komunitas lokal. Keempat lokasi mock-up ini bahkan menjadi lokasi percontohan terbanyak di Indonesia. Sementara, capaian Pembentukan Koperasi Merah Putih (KMP) di seluruh wilayah Provinsi Banten sendiri telah mencapai 99.9% atau sebanyak 1.551 unit, dan hanya menyisakan 1 desa yakni Desa Kanekes, Baduy, Kabupaten Lebak untuk menghormati adat istiadat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat ekonomi Banten sepanjang 2025 tumbuh 5,37 persen dibanding 2024. Pada Triwulan IV 2025, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,64 persen secara tahunan atau year-on-year dan 2,22 persen per triwulan atau quarter-to-quarter. Pertumbuhan ekonomi tersebut merupakan paling tertinggi pasca pandemi Covid-19.

“Provinsi Banten pada tahun 2025 mencatat pertumbuhan ekonomi positif sebesar 5,37 persen, meningkat dari sebelumnya 4,97 persen. Salah satu penopangnya adalah sektor ketahanan pangan,” ujar Gubernur Andra Soni.

Banten Indah
Banten Indah, merupakan program unggulan Pemerintah Provinsi Banten yang bertujuan untuk mewujudkan pariwisata Banten yang terintegrasi, berkualitas dan berkelanjutan. Berorientasi pada perbaikan, penataan dan pengembangan di sekitar kawasan-kawasan wisata di Banten, program ini berfokus pada optimalisasi kondisi infrastruktur, penyempurnaan sarana prasarana wisata, peningkatan sadar wisata masyarakat, hingga optimalisasi Taman Hutan Raya (Tahura) Banten sebagai destinasi unggulan.
Sebagai upaya menjaga kenyamanan iklim wisata di Banten, Pemerintah Provinsi Banten juga menerapkan kebijakan “Siaga Wisata” yang melarang kenaikan harga tidak wajar (getok harga) dan pungutan liar (pungli) di tempat wisata. Pemprov Banten juga memperketat keamanan, meningkatkan kenyamanan, dan memastikan kebersihan di berbagai destinasi wisata melalui kolaborasi dengan Balawista dan Pokdarwis. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta di Banten pada Desember 2025 sebanyak 230.381 kunjungan. Jumlah ini naik 11,28 persen dibandingkan bulan Desember 2024 (year-on-year).
Wisman yang berkunjung melalui Banten pada Desember 2025 didominasi dari Malaysia (19,58 persen), Tiongkok (16,17 persen), dan Singapura (10,60 persen).

Sedangkan jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) tujuan Banten pada Desember 2025 mencapai 5,19 juta perjalanan. Jumlah ini naik sebesar 3,72 persen dibandingkan November 2025 (month-to-month), dan naik 5,98 persen dibandingkan bulan Desember 2024 (year-on-year). Secara kumulatif, jumlah perjalanan wisnus tujuan Banten pada Januari hingga Desember 2025 mencapai 62,56 juta perjalanan. Jumlah ini meningkat 29,63 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Banten Makmur
Banten Makmur, hadir sebagai solusi nyata meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan. Melalui penyederhanaan akses modal KUR serta jaminan ketersediaan pupuk dan benih, kami memperkuat fondasi produksi pangan daerah. Modernisasi dilakukan melalui hibah peralatan mesin pertanian dan perikanan, serta Untuk meningkatkan kesejahteraan sosial, Pemerintah Provinsi Banten memberikan bantuan BPJS ketenagakerjaan bagi pekerja rentan yaitu nelayan sebanyak 3.600 penerima manfaat dan pengemudi ojek online sebanyak 946 penerima manfaat.

Mengoptimalkan perannya dalam mendukung program swasembada pangan nasional, Banten juga melakukan optimalisasi lahan pertanian melalui pembangunan Jalan Usaha Tani serta pengelolaan aset daerah. Buah dari upayanya tersebut, Banten berhasil masuk dalam 10 besar nasional sebagai daerah produsen padi, serta peringkat ke-8 sebagai lumbung padi nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, luas panen padi pada 2025 mencapai 345,42 ribu hektare, mengalami kenaikan sebesar 46,33 ribu hektare atau 15,49 persen dibandingkan luas panen padi di 2024 yang sebesar 299,09 ribu hektare.