LEBAK – Jeritan warga Kecamatan Muncang menggema. Masyarakat merindukan respon Pemkab Lebak untuk segera membangun akses jalan poros tiga desa: Tanjung Wangi, Pasir Nangka, dan Pasir Eurih.

Jalan penghubung ini adalah nadi menuju SMAN 2 Muncang. Jika dibiarkan hancur, gedung sekolah miliaran rupiah itu dipastikan sepi peminat.

Seperti yang sudah disampaikan dalam pemberitaan Radarmetro saat berkunjung ke SMAN 2, Wakasek SMAN 2 Dodo menyampaikan pernyataan keras.

“Jika jalan menuju sekolah tidak ada responisasi pemerintah, sekolah akan kosong peminat di SMAN 2,” tegas Dodo.

Pernyataan ini bukan gertak sambal. Fakta di lapangan: siswa-siswi enggan bersekolah karena akses jalan rusak parah. Apalagi musim hujan, jalan berubah jadi kubangan lumpur.

Kepala Desa Tanjung Wangi, Satria, ikut angkat suara. Ia sama-sama berharap Pemkab Lebak segera turun tangan.

“Warga berharap jika jalan bagus, siswa-siswi tertarik dan mendaftar di sekolah tersebut. Tapi jika jalan tidak dibangun, khawatir gedung sekolah dipastikan akan sepi,” ujar Satria.

Tiga desa – Tanjung Wangi, Pasir Nangka, dan Pasir Eurih – jadi penyangga utama SMAN 2 Muncang. Jika akses putus, zonasi tak ada artinya.

Pasca renovasi, SMAN 2 Muncang kini megah. Tapi apa artinya gedung bagus jika murid tak bisa datang?

“Masyarakat rindu kan respon Pemkab Lebak membangun akses jalan poros tiga desa di Kecamatan Muncang,” desak warga.

Setiap tahun ajaran baru, jumlah pendaftar terus merosot. Calon siswa lebih pilih sekolah ke Leuwidamar atau Rangkasbitung meski lebih jauh, karena jalannya mulus.

Warga, pihak sekolah, dan pemerintah desa satu suara: jangan korbankan masa depan anak-anak hanya karena jalan 3 kilometer tak dibenahi.

Anggaran miliaran untuk rehab SMAN 2 akan mubazir jika tidak ditopang infrastruktur jalan. “Ini darurat pendidikan. Bukan cuma soal aspal, tapi soal hak anak desa untuk sekolah,” kata warga.

warga masyarakat di tiga desa mendesak Bupati Lebak dan Dinas PUPR segera masukkan jalan poros Tanjung Wangi–Pasir Nangka–Pasir Eurih ke prioritas APBD-P 2026.

Pewarta: Darja