Balikpapan — Menjalankan operasi minyak dan gas bumi tidak harus merusak alam. PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) membuktikan hal itu: di tengah aktivitas migas Kalimantan, perusahaan justru bergerak aktif melestarikan satwa ikonik pulau tersebut — orang utan — beserta habitatnya.

“Bukan Sekadar Menyelamatkan Satwa, Tapi Pulihkan Rumahnya

Bersama Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation, PHI serta anak perusahaannya — PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), PT Pertamina EP Sangasanga Field dan Tanjung Field — menjalankan dukungan menyeluruh untuk rehabilitasi orang utan. Program ini mencakup:

  • ✅ Adopsi dan pemenuhan kebutuhan hidup selama masa rehabilitasi
  • ✅ Pelatihan kemampuan bertahan hidup di alam liar
  • ✅ Pemulihan vegetasi dan habitat di sekitar wilayah operasi

Direktur Utama PHI, Muharram Jaya Panguriseng, menegaskan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian tak terpisahkan dari keberlanjutan usaha.

“Hubungan harmonis dengan masyarakat yang mandiri serta lingkungan yang lestari justru akan mendukung keberlanjutan produksi migas puluhan tahun ke depan.

Menjaga lingkungan adalah bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan.” — Muharram Jaya Panguriseng

📖 Proses Panjang Sebelum Kembali ke Hutan

Orang utan tidak bisa langsung dilepasliarkan begitu saja. Mereka harus kembali belajar bertahan hidup: mengenali makanan, memanjat, menjelajah, hingga membuat sarang. Beberapa di antaranya:

Nama Usia Lokasi Perkembangan
●Anggoro 11 thn Samboja Lestari Belajar kemampuan bertahan hidup di kawasan sosialisasi

●Bumi 9 thn Nyaru Menteng Sudah di pulau pra-pelepasliaran setelah lulus Sekolah Hutan

●Monita 7 thn — Semakin terampil mencari buah, memanjat, dan membuat sarang

●Ecky 10 thn — Kenali 50 jenis pakan alami, sudah bisa buat sarang sendiri

●Otan & Feruza 5 thn Samboja Lestari Belajar memanjat, kenali pakan, dan bangun sarang di Sekolah Hutan

“Rehabilitasi tidak hanya soal merawat fisik. Mereka harus mandiri agar siap hidup di alam bebas.” — Kemas Adrian, Manager Environment PHI

🌳 400 Pohon untuk Satu Hektar Habitat

PHM menanam 400 pohon di lahan seluas satu hektar untuk memulihkan habitat alami orang utan. Jenis yang ditanam antara lain:

  • 🌲 Bengkirang
  • 🌳 Balangeran
  • 🌲 Shorea leprosula
  • 🌳 Kapur

Area ini akan terus dipelihara dan dijaga selama lima tahun agar tumbuh subur dan siap menjadi rumah bagi orang utan yang nantinya dilepasliarkan.

“Ketika orang utan siap kembali ke hutan, habitat yang sehatlah yang menjadi penentu keberhasilan seluruh proses ini.” — Kemas Adrian

“600 Ribu Pohon dalam 5 Tahun

Upaya pemulihan lingkungan PHI jauh lebih luas:

  • ✅ Lebih dari 600.000 pohon telah ditanam dalam lima tahun terakhir
  • ✅ Meliputi pohon endemik Kalimantan dan pohon buah
  • ✅ Menunjang konservasi flora-fauna sekaligus menyerap emisi karbon
  • ✅ Dijalankan bersama lembaga konservasi, pemerintah, dan masyarakat

 
” Pesan dari Kalimantan

PHI menunjukkan bahwa menjaga energi dan menjaga alam bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Keduanya bisa berjalan beriringan — asalkan keberlanjutan dijadikan fondasi setiap langkah operasional.

“Kami percaya: operasi hulu migas bisa berjalan seiring dengan menjaga lingkungan dan ekosistem bagi generasi mendatang.” — Kemas Adrian