PANDEGLANG – Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani mengapresiasi peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang digelar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di Kabupaten Pandeglang. Kegiatan tersebut dinilai menjadi wujud sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers.

Dewi mengatakan, pers memiliki peran strategis sebagai penangkal hoaks di tengah derasnya arus informasi. Ia berharap peringatan HPN 2026 dapat semakin meneguhkan peran pers sebagai sumber informasi yang akurat dan tepercaya bagi masyarakat.

“Pers merupakan garda terdepan dalam melawan hoaks. HPN diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat peran pers sebagai penyaji informasi yang benar,” ujar Dewi.

Menurut Dewi, Hari Pers Nasional tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan. Lebih dari itu, HPN merupakan momentum refleksi atas peran penting pers dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ia menilai pers memiliki fungsi vital sebagai penyampai informasi, sarana edukasi publik, kontrol sosial, serta pendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

“Hari Pers Nasional bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum refleksi atas peran strategis pers dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.

Sementara itu, Ketua SMSI Provinsi Banten Lesman Bangun menyampaikan bahwa tasyakuran HPN 2026 merupakan bagian dari rangkaian peringatan HPN di Provinsi Banten. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ajang untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers.

“Ini juga menjadi momentum untuk memperkuat peran pers sebagai pilar demokrasi, pengawal pembangunan, serta penggerak literasi informasi di tengah masyarakat,” ujar Lesman.

Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menegaskan peran pers sebagai mitra strategis pemerintah dalam pelaksanaan pembangunan. Selain menyampaikan informasi kepada publik, pers juga berfungsi sebagai pengawas kebijakan.

Menurut Dimyati, pers memiliki peran penting dalam menegakkan keadilan sosial. Namun, ia menekankan pentingnya tanggung jawab wartawan dalam menyuarakan aspirasi masyarakat.

“Pers memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam pelaksanaan pembangunan. Selamat Hari Pers Nasional 2026,” ujar Dimyati saat memberikan sambutan pada Tasyakuran HPN di Pendopo Kabupaten Pandeglang, pada Jumat (06/02/2026).

Dimyati menambahkan, di tengah maraknya arus informasi, pers dituntut untuk konsisten menyampaikan kebenaran dan memerangi hoaks dengan menyajikan fakta.

“Pers harus menyampaikan kebenaran, memerangi hoaks, dan menyajikan fakta yang terjadi,” katanya.

Selain itu, pers juga berfungsi sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah sehingga aspirasi warga dapat tersampaikan.

“Ketika ada jembatan roboh dan diberitakan oleh pers, pemerintah dapat segera mengambil tindakan,” ujarnya.

Dimyati menegaskan, peran krusial pers lainnya adalah sebagai kontrol sosial. Pers tidak hanya memberitakan aktivitas pemerintahan, tetapi juga mengawasi kebijakan publik.

“Melalui pemberitaan, pers dapat memberikan peringatan atas penyelewengan yang terjadi,” kata Dimyati.

Ia menambahkan, berbagai persoalan di masyarakat, seperti infrastruktur rusak, konflik sosial, hingga pelayanan publik, dapat lebih cepat ditangani apabila pers menjalankan fungsi pemberitaan secara objektif dan akurat.