​SERANG – polemik penarikan kembali bantuan dana pribadi Walikota Serang oleh Lurah Unyur, Nana Heryatna, S.Kom, M.Kom, akhirnya menemui titik terang.
Setelah sempat Viral dimedia Sosial yang konon katanya uang bantuan dari Walikota Serang yang tertahan uleh Lurah Unyur selama hampir satu bulan tanpa kejelasan.
Uang sebesar Rp15 juta itu Bantuan langsung dana pribadi Walikota Serang Budi Rustandi untuk bantuan bedah rumah,​Peristiwa ini menimpa salah satu keluarga kurang mampu di Kampung Pemindangan, Kelurahan Unyur, Kota Serang.
Keluarga tersebut diketahui sudah 8 tahun bertahan hidup di sebuah gubuk yang berdiri di atas lahan pinjaman sementara milik warga lain.
​Momen kebersamaan saat penyerahan bantuan awal oleh jajaran pemerintah daerah pada tanggal 8 juni 2026 dapat dilihat pada dokumentasi foto, Namun ironisnya, hanya sehari setelah penyerahan simbolis tersebut, dana bantuan langsung diambil kembali oleh pihak kelurahan.
​Alasan Penahanan Dana dan Keresahan Warga
​Selama hampir satu bulan uang tersebut ditahan, hasil wawancara langsung wartawan kami dikantor kelurahan unyur, Lurah Unyur berdalih bahwa langkah tersebut diambil demi kebaikan penerima manfaat.
Pihak kelurahan menyampaikan 5 alasan di balik penahanan dana tersebut, antara lain:
- ​Nominal Kurang Mencukupi: Bantuan sebesar Rp15 juta dinilai terlalu kecil untuk membangun sebuah rumah.
- ​Mencari Dana Tambahan : Kelurahan berniat mencarikan tambahan anggaran agar bangunan fisik lebih layak.
- ​Khawatir Salah Alokasi : Ada ketakutan jika uang tunai tersebut habis digunakan untuk kebutuhan lain di luar pembangunan rumah.
- ​Masalah Izin Lahan : Pemilik tanah tempat gubuk berdiri tidak mengizinkan adanya pembangunan rumah tinggal di lokasinya.
- ​Rencana Relokasi : Pihak kelurahan berjanji akan mencarikan lahan sewa baru untuk tempat tinggal warga.
​Namun, karena hampir sebulan berlalu tanpa ada kejelasan maupun realisasi dari janji-janji tersebut, anak dari warga penerima bantuan akhirnya nekat mengunggah keluh kesahnya ke media sosial hingga berujung viral.
​Diinterogasi Kelurahan hingga Orang Tua Shock
​Langkah sang anak memviralkan kasus ini sempat memicu ketegangan.
Alih-alih mendapatkan solusi cepat, orang tua sang anak (penerima bantuan) justru dipanggil oleh Lurah ke Kantor Kelurahan Unyur untuk diinterogasi mengenai alasan mengapa persoalan ini sampai ramai di media sosial.
​Melalui pesan singkat WhatsApp kepada tim redaksi, sang anak mengungkapkan rasa kecewanya.
Ia membeberkan bahwa orang tuanya sempat mengalami shock dan ketakutan akibat pemanggilan mendadak oleh pihak kelurahan tersebut.
​Respon Cepat Walikota Budi Rustandi
​Mendengar kegaduhan yang terjadi di wilayahnya, Walikota Serang, Budi Rustandi, yang baru saja tiba dari perjalanan dinas luar kota di Medan, langsung mengambil tindakan tegas.
Ia merespon cepat dengan memberikan perintah langsung kepada Lurah Unyur, Nana Heryatna, untuk segera menyerahkan kembali dana bantuan pribadi itu seutuhnya kepada warga tanpa alasan apa pun lagi.
Akhir Polemik: Dana Resmi Dikembalikan_
​Kabar Baik : Menindaklanjuti perintah tegas dari Walikota, Alhamdulillah, dana bantuan sebesar Rp15 juta tersebut akhirnya resmi dikembalikan dan diterima oleh pihak keluarga pada hari Sabtu, 4 Juli 2026, bertempat di Kantor Kelurahan Unyur.
​Warga berharap kejadian interogasi atau penahanan hak masyarakat kecil seperti ini tidak terulang lagi di masa mendatang, dan dana tersebut bisa segera dimanfaatkan untuk mencari tempat tinggal yang lebih layak.