TANGERANG — Keamanan kegiatan hulu minyak dan gas bumi di Kalimantan Timur kini semakin kokoh. SKK Migas bersama Polda Kaltim resmi memperpanjang dan memperkuat kerja sama pengamanan serta penegakan hukum untuk menjaga kelancaran operasional migas di wilayah tersebut, termasuk Kilang LNG Badak.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dilakukan pada 20 Agustus 2026 oleh Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas Eka Bhayu Setta bersama Kapolda Kaltim Irjen Pol. Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H. Kerja sama ini berlaku selama dua tahun, yakni 1 Januari 2027 hingga 31 Desember 2028.

62 Personel Dikerahkan ke 7 Titik Vital

Sebagai langkah nyata, Polda Kaltim menyiapkan 62 personel pengamanan rutin yang ditempatkan di tujuh wilayah operasi vital:

1. PT Pertamina Hulu Mahakam

2. PT Pertamina EP Field Sangatta

3. PT Pertamina EP Field Sangasanga

4. PT Pertamina Hulu Sanga Sanga

5. PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur

6. Eni Muara Bakau B.V.

7. PT Badak NGL

Selain pasukan rutin, kekuatan cadangan juga disiapkan untuk dikerahkan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan lapangan.

Dasar Hukum & Komitmen Penuh

Kapolda Kaltim menegaskan pengamanan ini sejalan dengan amanat UU No. 5 Tahun 2026, khususnya Pasal 14 ayat (1) huruf o, yang menugaskan Polri melindungi Objek Vital Nasional, termasuk sumber daya alam strategis.

“Kami siap memberikan rasa aman bagi seluruh aktivitas. Setiap persoalan di lapangan akan diselesaikan secara profesional, kepala dingin, dengan mengedepankan kearifan lokal serta koordinasi bersama KKKS,” ujar Endar.

Sinergi ini juga mencakup pertukaran informasi, peningkatan kesiapsiagaan, hingga penanganan gangguan secara terpadu antara SKK Migas, kepolisian, dan para pengelola lapangan.

Keamanan Jadi Jaminan Produksi & Ketahanan Energi

Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi Haryanto Syafri menyambut baik langkah ini. Lingkungan yang aman dan kondusif adalah prasyarat agar produksi migas tetap optimal.

“Kalimantan Timur adalah jantung energi nasional. Gangguan sekecil apa pun dapat berdampak luas pada produksi, penerimaan negara, dan perekonomian daerah. Karena itu, keamanan bukan sekadar soal pengawasan — melainkan fondasi ketahanan energi kita,” ungkapnya.

Penguatan ini juga selaras dengan agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada energi nasional. Dengan operasional yang semakin aman, diharapkan produksi migas Kaltim terus berjalan lancar, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi rakyat.