SERANG — Pemadaman listrik terjadwal yang berlangsung 24–28 Agustus 2026 pukul 09.00–16.00 WIB di sejumlah wilayah Kota Serang menuai keluhan tajam. Meski PLN telah merilis jadwal pemeliharaan, warga mengaku pemberitahuan itu tak sampai ke mereka — bahkan banyak yang baru tahu saat listrik tiba-tiba mati.
📢 PLN Sudah Rilis Jadwal, Tapi Warga Tak Tahu
Berdasarkan pengumuman resmi PT PLN (Persero) ULP Serang, pemadaman dilakukan untuk keperluan pemeliharaan jaringan distribusi dengan rincian:
Tabel
Hari Tanggal Wilayah Terdampak
Senin 24 Agustus Taktakan, Cilowong, Kramat, Dalung
Selasa 25 Agustus Panancangan, Unyur, Taman Banten Lestari, Kasemen, Pakupatan
Rabu 26 Agustus Tidak ada pemadaman
Kamis 27 Agustus Walantaka, Sawah Luhur, Pontang
Jumat 28 Agustus Karangantu, Banten Lama, Penancangan
PLN menyatakan jadwal dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan kondisi cuaca dan teknis. Namun bagi warga yang terdampak — terutama di kawasan Perumahan Taman Banten Lestari (TBL), Kecamatan Serang — informasi ini nyaris tak terasa kehadirannya.
⚡ Sedang Masak Nasi, Listrik Tiba-tiba Mati
Mirna, warga Perumahan Taman Banten Lestari, Kecamatan Serang, menceritakan kekecewaannya. Ia sama sekali belum menerima pemberitahuan apa pun sebelum aliran listrik terputus.
“Saya bahkan baru dapat info setelah listrik padam. Padahal saat itu saya sedang memasak nasi di magic com — belum matang tapi tiba-tiba mati,” ungkap Mirna kepada awak media, Selasa (26/8/2026).
Nasi setengah matang pun gagal disajikan. Di tengah cuaca siang yang terik, tanpa kipas dan penerangan, ia harus menunda seluruh persiapan makan siang sementara anak-anak sebentar lagi pulang sekolah.
“Anak-anak sebentar lagi pulang, nasi belum jadi. Saya panik sendiri,” keluhnya.
📱 Informasi Terlalu Bergantung pada Media Sosial
Menurut Mirna, masalah utamanya bukan pemeliharaan itu sendiri — melainkan cara penyampaian informasi yang dinilai tidak merata.
“Bukan semua orang setiap jam pegang HP dan cek media sosial. Seharusnya ada pengumuman yang ditempel di pos satpam, papan pengumuman perumahan, atau dibacakan lewat masjid sehari sebelumnya. Jangan sampai kami sudah mulai bekerja baru tahu listrik mati,” tegasnya.
Pemadaman yang berdurasi sekitar tujuh jam setiap harinya justru berlangsung di jam-jam paling krusial bagi urusan rumah tangga — mulai dari memasak, mencuci, hingga menyetrika.
🙏 Warga Minta PLN Perbaiki Sosialisasi
Warga menyatakan tidak menolak pemeliharaan jaringan demi keandalan pasokan listrik ke depan. Namun mereka memohon agar PLN memperbaiki jangkauan pemberitahuan:
“Kami tidak keberatan kalau listrik mati untuk perbaikan. Tapi tolong kasih tahu lebih awal — minimal sehari sebelumnya. Supaya kami bisa atur waktu memasak, mencuci, dan pekerjaan rumah lainnya. Jangan tiba-tiba begitu saja.”
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak PLN terkait keluhan minimnya sosialisasi pemadaman ini.