Jakarta — TNI Angkatan Laut (TNI AL) dan Angkatan Laut Republik Korea (ROKN) baru saja menyelesaikan latihan bersama penyelaman dan penyelamatan bawah air DIVEX 2026, yang berlangsung di Pangkalan Angkatan Laut Jinhae dan Pulau Jeju, Korea Selatan, pada 25–30 Agustus 2026.
🤝 Latihan Tahunan yang Saling Bergantian
DIVEX adalah latihan rutin tahunan yang pelaksanaannya diadakan secara bergantian antara kedua negara. Tujuannya bukan hanya meningkatkan keterampilan teknis prajurit, tetapi juga memperkuat kerja sama militer, keserasian operasi, serta kesiapan menghadapi tugas kemanusiaan dan penanggulangan bencana (HADR) di laut.
TNI AL mengerahkan 10 personel Koppeba dan 2 personel Kopaska, di bawah komando Dansatgas Letkol Laut (S) Mz Lerry.
🤿 Materi Latihan: Teknik Canggih Hingga Skenario Nyata
Prajurit kedua negara berlatih bersama berbagai kemampuan teknis:
- ✅ Penyelaman Wet-Bell untuk operasi penyelamatan di kedalaman
- ✅ Helicopter Rescue Swimming — teknik penyelamatan dari laut menggunakan helikopter
- ✅ Pengoperasian ROV (kendaraan bawah air kendali jarak jauh) untuk pengamatan dan identifikasi objek
- ✅ Side Scan 3D Sonar untuk mendeteksi dan memetakan objek di dasar laut
Kemampuan ini kemudian diuji dalam Field Tactical Exercise (FATEX) dengan skenario nyata:
- 🔍 Pencarian dan penyelamatan (SAR) bawah air
- 📦 Evakuasi kotak hitam (black box)
- ⚓ Pengangkatan benda berat menggunakan kantong pengangkat (lifting bag)
🗣️ Bukan Sekadar Latihan Rutin
Latihan ini ditinjau langsung oleh Staf Khusus Kasal, Laksamana Pertama TNI Baroyo Eko Basuki, didampingi Kolonel Laut (P) Norman Faizal serta delegasi ROKN.
“DIVEX 2026 bukan sekadar latihan rutin, melainkan platform strategis untuk berbagi pengalaman dan mengadopsi teknik penyelaman militer modern. Ini akan meningkatkan kesiapan dan profesionalisme kedua angkatan laut dalam menjaga stabilitas keamanan maritim kawasan.” — Laksamana Pertama TNI Baroyo Eko Basuki
🇮🇩🇰🇷 Memperkuat Hubungan Bilateral
Melalui latihan ini, TNI AL dan ROKN menegaskan komitmen bersama untuk:
- Memperkuat kemampuan operasional bawah air
- Membangun kepercayaan dan kerja sama yang lebih erat
- Meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai tantangan keamanan maritim
- Memperdalam hubungan pertahanan Indonesia–Korea Selatan