SERANG – Taman Wisata Alam Sumur Kenclong di Kampung Panibungan, Desa Tambang Ayam, Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang, masuk tiga besar Lomba Destinasi Award Banten 2026 kategori Pokdarwis Terbaik tingkat Provinsi Banten.
Posisi tersebut diraih setelah melalui penilaian dokumen yang diunggah peserta dari delapan kabupaten dan kota di Provinsi Banten. Penilaian dilakukan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Banten sebelum dilanjutkan dengan visitasi faktual.
Salah satu juri Pokdarwis Destinasi Award Banten 2026, Eri Sujatnika, mengatakan visitasi dilakukan untuk mencocokkan kondisi di lapangan dengan dokumen yang telah diajukan.
“ Kegiatan hari ini adalah visitasi terkait penjurian Destinasi Award dari Dinas Pariwisata Provinsi Banten. Untuk di Desa Wisata Tambang Ayam ini, untuk kategori Pokdarwis Terbaik di Provinsi Banten,” ujar Eri saat melakukan visitasi di Taman Wisata Alam Sumur Kenclong, Selasa 15/9/2026 malam.
Menurut Eri, aspek yang dinilai meliputi manajemen, pemberdayaan masyarakat, inovasi kelompok sadar wisata (Pokdarwis), serta administrasi yang telah disusun.
“Yang kami nilai adalah manajemen, kemudian pemberdayaan kepada masyarakat, dan inovasi dari pokdarwis itu sendiri, selain dengan administrasi yang sudah dibuat oleh mereka,” katanya.
Ia menjelaskan, peserta yang sebelumnya mengunggah dokumen dari delapan kabupaten dan kota telah mengerucut menjadi tiga besar berdasarkan hasil penilaian.
“Yang kami nilai sekarang sudah mengerucut ke tiga besar, nominasi tiga besar, jadi kami harus melakukan visitasi terkait dengan dokumen yang sudah diunggah,” terangnya.
Eri yang juga Pejabat Fungsional (Jafung) Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda pada Dinas Pariwisata Provinsi Banten itu mengatakan, Penganugerahan Lomba Destinasi Award Banten 2026 bertujuan memotivasi para pemangku kepentingan pariwisata untuk meningkatkan kualitas destinasi wisata.
“Jadi, selain untuk menambah kunjungan wisata di Provinsi Banten, juga agar para pelaku wisata meningkatkan kualitasnya. Ini kami lakukan sejak Juni, mulai disosialisasikan ke kabupaten dan kota,” paparnya.
Ia menambahkan, visitasi terakhir dijadwalkan pada 22 September 2026. Selanjutnya, pengumuman juara dari berbagai kategori direncanakan pada 25 September, sedangkan penyerahan penghargaan dijadwalkan pada 4 Oktober 2026 bertepatan dengan Hari Jadi Provinsi Banten.
Sementara itu, Kepala Desa Tambang Ayam, Jumintra, yang juga pemilik Taman Wisata Alam Sumur Kenclong, mengaku bangga atas pencapaian tersebut.
“Saya jujur nggak disangka ya Sumur Kenclong masuk tiga besar. Saya sangat senang sekali, terutama saya sebagai kepala desa mewakili masyarakat ini merasa bangga,” ujarnya.
Jumintra mengatakan, pengembangan Taman Wisata Alam Sumur Kenclong ke depan diarahkan untuk memperluas lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
“Saya ingin memperluas membuka lapangan pekerjaan untuk mengurangi angka kejahatan. Kalau kita ada lapangan pekerjaan, otomatis mengurangi angka kejahatan, artinya bisa cari sesuap nasi di tempat tersebut,” katanya.
Ia menuturkan, Taman Wisata Alam Sumur Kenclong sebelumnya meraih juara pertama destinasi wisata tingkat Kabupaten Serang pada tahun lalu, meski masih memiliki sejumlah keterbatasan.
Dengan fasilitas yang terus dikembangkan, Jumintra berharap Sumur Kenclong dapat meraih juara pertama pada Destinasi Award Banten 2026.
“Berharap bisa menjadi juara 1 untuk lomba ini karena sudah banyaknya fasilitas. Ini agar tahun-tahun berikutnya Taman Wisata Alam Sumur Kenclong ini semakin maju, dan lebih banyak membuka lapangan pekerjaan,” tuturnya.
Visitasi tersebut turut dihadiri Camat Anyar Imron Ruhyadi, Kepala Bidang Peningkatan Daya Tarik Wisata pada Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang Dito Candra Wirastyo, para pengurus Pokdarwis Desa Tambang Ayam, serta ibu-ibu PKK Desa Tambang Ayam.