LEBAK – Proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Lebak yang berlokasi di 4 titik yakni Cibarengkok, Cikumpay dan Cipeundeuy calungbungur menuai sorotan. Proyek yang dikabarkan hampir selesai tidak transparan soal spesifikasi teknis. Selasa 29/9/2026.

Pelaksana kegiatan yang akrab disapa inisial oi saat dikonfirmasi awak media di kediamannya sekitar pukul 15 : 15 terkait spesifikasi pompa, tidak memberikan jawaban yang transparan. Ia hanya menjawab singkat pekerjaan sudah sesuai spek dan langsung dikawal APH.

Oi juga hanya menyampaikan untuk dua titik saja yakni Cipendeuy dan Cikumpay, sementara untuk kegiatan lainnya di Cibarengkok dan Calung Bungur enggan menjawab dengan alasan masih proses.

Standar SPAM Desa untuk sumur bor dalam umumnya menggunakan Pompa Submersible daya 1,5 HP / 1 Kwh dengan daya dorong / Head minimal 65 m. Bahkan jika kedalaman sumur bor mencapai 100 meter, kebutuhan pompa bisa 2 PK hingga 3 PK agar air naik maksimal

Kejanggalan lain saat ditanya jumlah Sambungan Rumah (SR). Oi hanya menjawab angka “65” tanpa penjelasan rinci.

“Ditanya SR nya berapa,h oi menjawab satu pertitik per perumah per penerima manfaat 65. Jadi 65 itu per titik satu atau total 3 titik? ,” saya mah sesuai RAB ungkapnya

Menanggapi hal itu, Ketua LSM Laskar Banten Reformasi (LBR), Restu, angkat bicara. Menurutnya, untuk 3 titik SPAM jika per titik 40-50 SR, totalnya bisa mencapai 120-150 SR. Jawaban 65 SR memunculkan dugaan adanya kekurangan volume atau tidak sesuai RAB.

“Seharusnya untuk 3 titik SPAM, jika per titik 40-50 SR, totalnya bisa 120-150 SR. Jawaban 65 SR ini memunculkan dugaan kekurangan volume atau tidak sesuai RAB,” tegas Restu.

Lebih lanjut, Restu mengatakan seharusnya pelaksana menjawab dengan transparan, apalagi konfirmasi dilakukan langsung di rumahnya. Untuk lebih jelas dan berimbang, media meminta konfirmasi direkam, namun sayangnya rekaman konfirmasi tidak diizinkan oleh Oi

“Seharusnya pelaksana menjawab transparan, apalagi konfirmasi dilakukan di rumahnya langsung. Media minta konfirmasi direkam agar beritanya berimbang, namun rekaman tidak diizinkan oleh oi ,” kata Restu.

Restu juga menyoroti video yang dikirimkan, terlihat debit airnya tidak standar, kecil dan pekerjaan terkesan dipaksakan.

Hingga berita ini diterbitkan, pelaksana tidak bisa menjelaskan secara rinci merek pompa Sibbel yang dipakai, berapa PK yang terpasang sesuai kontrak, dan berapa SR yang seharusnya dipasang per titik.

Ketua LBR Restu dan masyarakat penerima manfaat berharap Dinas PUPR Kabupaten Lebak, PPK dan Konsultan Pengawas segera membuka RAB dan melakukan audit di lapangan. Jangan sampai proyek air bersih untuk masyarakat ini asal jadi dan tidak sesuai spesifikasi teknis.