PANDEGLANG – Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (KSPPG) Pandeglang Labuan Cigondang, mengakui adanya kekurangan bahkan pelanggaran petunjuk teknis atau juknis pada dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dipimpinnya, terlebih mengenai lokasi dapur yang berdempetan dengan lokasi kandang ayam sementara dan jagal.
Hal itu disampaikan Danil selaku KSPPG Pandeglang Labuan Cigondang saat memberikan Keterangan, pada Jum’at (12/6/2026).
“Terkait jagal saya nyampe kesini belum tau persoalan itu, karena itu kan tertutup ya lokasinya, dan setiap malam saya lihat ga nampak kandang. Saya tamu, masih perkenalan kan daerah sini, ternyata ada beberapa yang ngingetin, bang ini sampingnya ada jagal, oh saya baru tau,” ungkap Danil.
“Menurut juknis memang betul Pak tidak boleh bangun dapur di samping kandang termasuk jagal seperti itu, karena namanya binatang itu ada kotoran. Cuma saya ga tahu dan bukan saya yang meng-ACC,” ujarnya.
kmo
Danil juga menjelaskan kronologi kehadirannya dalam keberadaan dapur MBG yang ia pimpin.
“Pembangunan ini, saya datang ke sini dapurnya sudah dinyatakan layak. Saya juga ditugaskan untuk menjalankan operasional dapur, waktu itu saya kan ga menjalankan dapur, saya sampaikan begini begini termasuk pemasangan baja ringan. Jadi saya tuntut itu dulu, jadi gimana ya, mau saya tunggu sampai angka layak Pak ini bener-bener gak akan jalan” kata Danil.
“Kasihan relawan yang menunggu lama, dan dapur ini kalau ditanya ke Pak Sigit pihak yayasan, dia gak akan tahu, karena ini dapur takeover, cuma dapur ini udah dinyatakan titik itu dari Desember 2025, terus mau gimana lagi, kalau ada kendala kita upayakan kita tembok juga sampingnya, gimana caranya biar tidak bersentuhan langsung seperti ada bolong-bolong itu di tutup-tutup” jelasnya.
“Terus solusinya gimana, saya kan bukan orang yang mempunyai kewenangan untuk memindahkan dapur ini, saya di skep itu 23 Maret, saya berangkat April kesini, dan itu baru beroperasi 25 Mei Pak, satu bulan lebih setelah saya nyampe sini, mau saya tahan-tahan, libur sekolah dong gak sempet operasional,” ungkapnya.
Sementara, Ujang pemilik jagal ayam yang di lokasinya nampak kandang ayam sementara sebelum dipotong, saat dikonfirmasi merasa bahwa sampai saat ini tidak pernah ada satu orang pun yang datang untuk memberi tahu akan adanya pembangunan dapur MBG yang berlokasi di samping tempatnya.
“Semenjak pembukaan dapur MBG, itu ga ada bahasa ini itu, harusnya mah ngobrol, yuk gimana gitu, bukan berarti saya ingin dihargai bukan, ini mah biasa-biasa aja, atu apa lagi saya yang punya wilayah,” tandasnya.
Dalam penelusuran media, selain berdempetan dengan jagal dan kandang ayam sementara, saluran pembuangan dapur MBG SPPG Pandeglang Labuan Cigondang terlihat kotor dan diduga mencemari lingkungan sekitar, serta nampak adanya jalur pipa yang terpasang dilokasi drainase yang menuju ke kali jembatan 1 kampung Lampe Desa Cigondang Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang.