PANDEGLANG – Oknum mata elang (matel) yang mengaku sebagai debt collector kembali marak di wilayah hukum Polres Pandeglang, Banten. Mereka disebut meresahkan warga karena diduga melakukan penarikan sepeda motor di tengah jalan.

Aktivis pergerakan, Andang, mengatakan aksi tersebut menyasar sejumlah pengendara sepeda motor, termasuk pelajar dan ibu-ibu. Dia menilai penarikan kendaraan secara paksa di jalan berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Benar, akhir-akhir ini oknum matel berkedok debt collector mulai marak di wilayah hukum Polres Pandeglang. Itu jelas merupakan premanisme yang harus ditindak tegas oleh aparat penegak hukum,” kata Andang kepada wartawan, pada Rabu (12/08/2026).

Andang menyebut sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat mangkal oknum matel. Di antaranya kawasan Terminal Kadubanen, Kampung Humarirang di Jalan Raya Rangkas-Pandeglang, serta sepanjang Jalan Lintas Timur AMD Kadubanen, mulai dari Kadomas hingga Cipacing.

Dia mengimbau masyarakat yang mengalami dugaan penarikan kendaraan secara paksa agar tidak takut melapor kepada kepolisian.

“Bagi masyarakat jangan takut dan segera melaporkan dugaan tindakan pidana perampasan unit motor kepada pihak kepolisian. Begitu juga, kepolisian diharapkan tidak tutup mata dan segera melakukan penertiban para oknum matel tersebut,” ujarnya.

Andang mengaku telah berkoordinasi dengan sejumlah organisasi masyarakat (ormas) terkait aktivitas dan keberadaan oknum matel yang diduga berkedok debt collector di wilayah Kabupaten Pandeglang.

Namun, dia mengatakan tetap mempercayakan penertiban kepada pihak kepolisian. Menurutnya, aparat diharapkan dapat menindak segala bentuk premanisme yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Masyarakat masih percaya kepada pihak polisi untuk menertibkan segala bentuk premanisme yang mengganggu kamtibmas di wilayah hukum Polres Pandeglang,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolsek Pandeglang Kompol H Dadan mengatakan pihaknya telah memerintahkan personel untuk melakukan patroli di sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas oknum matel.

“Kami telah menugaskan anggota untuk patroli ke lapangan, dan masyarakat yang menjadi korban untuk segera melaporkan ke pihak kepolisian,” kata Dadan.

Sedangkan Kapolres Pandeglang AKBP Dhyno hingga kini belum memberikan keterangan terkait dugaan maraknya aktivitas oknum matel tersebut.