KALIMANTAN UTARA — Lapangan tua bukan berarti habis. PT Pertamina EP Bunyu Field membuktikannya!
Sumur BN-38 yang sebelumnya hanya menghasilkan 8 barel per hari, kini melonjak tajam menjadi 733 barel per hari. Produksi gas juga naik dari rencana 0,10 MMSCFD menjadi 0,52 MMSCFD.
Tim teknis meneliti ulang data reservoir, menemukan lapisan yang masih menyimpan minyak namun belum tergarap maksimal. Lalu mereka melakukan:
- Menutup bagian yang hanya menghasilkan air
​ - Membuka kembali lapisan yang berpotensi minyak
“Alhamdulillah, hasilnya sangat signifikan. Semoga bisa bertahan lama,” ujar Ruri Heriandi, Senior Manager Bunyu Field.
General Manager Zona 10 Darmapala menegaskan: tidak harus selalu bor sumur baru. Lapangan lama masih punya harapan asal dipahami dengan tepat.
Inovasi dan pemeliharaan yang cermat bisa memperpanjang umur produksi sekaligus menambah hasil yang berarti.
Setiap barel dari sumur eksisting adalah dukungan nyata untuk ketahanan energi kita.
Dari Bunyu, Kalimantan Utara — bukti bahwa potensi kadang cuma perlu dilihat kembali dengan cara yang lebih cerdas.