Jakarta — Sebuah vonis bersejarah baru saja dijatuhkan di Ekuador. Mantan Presiden Lenín Moreno dinyatakan bersalah melakukan suap dan dijatuhi hukuman lima tahun penjara. Putusan ini menutup rangkaian persidangan besar terkait korupsi pada proyek pembangkit listrik tenaga air terbesar di negara itu.

⚖️ Vonis Dibacakan Jumat Lalu

Putusan Tribunal Pengadilan Nasional Ekuador di ibu kota Quito dibacakan pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Moreno yang kini berusia 73 tahun dinyatakan sebagai pelaku utama tindak pidana suap. Selain dipenjara, ia juga dikenai larangan permanen menduduki jabatan publik.

💡 Proyek Raksasa yang Menyimpan Skema Suap

Perkara ini bermula dari proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Coca Codo Sinclair — yang merupakan yang terbesar di Ekuador.

Proyek ini dikerjakan perusahaan asal Tiongkok, Sinohydro, dan mulai beroperasi pada tahun 2016.

Namun di balik proyek strategis itu, tersembunyi aliran uang yang gelap:

  • Kejaksaan Agung Ekuador menyebut Sinohydro diduga membayarkan suap senilai sekitar US$76,1 juta sepanjang 2009–2018
    ​
  • Uang disamarkan lewat kontrak konsultasi fiktif, lalu dialirkan melalui rekening luar negeri, perusahaan cangkang, dan wilayah suaka pajak
    ​
  • Keluarga Moreno diduga menerima lebih dari US$1 juta saat ia masih menjabat Wakil Presiden Ekuador (2007–2013)
    ​
  • Pengadilan menilai Moreno memanfaatkan pengaruh jabatannya untuk melancarkan proses terkait proyek tersebut

👨‍👩‍👧 Seluruh Keluarga & Mantan Duta Besar Juga Terjerat

Hakim Manuel Cabrera menegaskan perbuatan Moreno terbukti sesuai dakwaan, yaitu suap oleh pejabat publik. Tidak hanya Moreno, sejumlah kerabat juga divonis bersalah:

  • Istrinya, Rocío González
    ​
  • Putrinya, Irina Moreno
    ​
  • Dua saudara laki-laki dan saudara iparnya

Mereka masing-masing dijatuhi hukuman 2 tahun 6 bulan penjara.

Selain itu, mantan Duta Besar Tiongkok untuk Ekuador, Cai Runguo, juga dinyatakan bersalah dan divonis 5 tahun penjara — sama seperti Moreno.

 
📖 Jejak Panjang Penyelidikan

Kasus yang dikenal sebagai Perkara Sinohydro ini mulai diselidiki sejak Maret 2023.

Penyelidikan kemudian melebar dan menyeret lingkaran keluarga politik, pengusaha lokal, hingga mitra bisnis dari luar negeri.

Coca Codo Sinclair sendiri sejak beroperasi memang sudah menuai kritik — mulai dari persoalan teknis hingga kelalaian infrastruktur.

🗣️ Moreno Tetap Membantah

Sepanjang persidangan, Lenín Moreno terus menyangkal tuduhan tersebut. Ia mengaku tidak pernah menandatangani maupun mengawasi kontrak proyek itu, dan meminta penyidik meneliti pihak yang sebenarnya berwenang.

Pembelaan itu tidak mengubah putusan pengadilan. Moreno — yang pernah menjabat Wakil Presiden (2007–2013) lalu Presiden Ekuador (2017–2021) — bahkan sengaja pulang dari Paraguay untuk menghadapi persidangan.

📌 Makna Vonis Ini

Putusan ini menjadi bukti nyata bahwa proyek infrastruktur strategis lintas negara tetap tidak kebal hukum.

Keterlibatan pejabat tinggi negara, keluarga politik, pengusaha, hingga perwakilan asing tidak menjamin kebebasan jika terbukti ada aliran suap di dalamnya.

“Dari istana negara menuju penjara — vonis ini menjadi pengingat: kekuasaan dan jabatan bukan tameng untuk lepas dari tanggung jawab hukum.”

Sumber: diksiber.id
Tanggal: 29 Agustus 2026
Kategori: Internasional / Hukum & Korupsi