Kutai Kartanegara — Kabar menggembirakan datang dari wilayah kerja Sanga-Sanga, Kalimantan Timur. Di saat banyak lapangan tua dianggap mulai menurun, PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) justru membuktikan sebaliknya: dua sumur baru di Struktur Semberah berhasil memproduksi gas dan kondensat jauh di atas target yang ditetapkan.
Keberhasilan ini sekaligus membuktikan bahwa lapangan migas yang sudah memasuki fase matang (mature) masih menyimpan potensi besar — asal dikelola dengan teknologi, pemahaman reservoir, dan perencanaan yang tepat.
⛽ Hasil Produksi: Jauh Melampaui Harapan
Dua sumur pengembangan yang dibor adalah SEM-206 dan SEM-207. Keduanya mengalirkan produksi secara alami tanpa bantuan pompa:
Sumur Gas Kondensat Capaian vs Target
SEM-206 5,3 MMSCFD 706 BCPD ± 2 kali lipat dari target
SEM-207 3,11 MMSCFD 103 BCPD ± 4 kali lipat dari target
SEM-206 ditopang tiga lapisan reservoir dengan tekanan yang masih baik, sedangkan SEM-207 mengandalkan satu lapisan reservoir yang kondisinya tetap mendukung aliran produksi.
🔬 Kunci Keberhasilan: Teknologi & Strategi Tepat
Mengapa bisa melampaui target? Ada beberapa hal yang menjadi penentu:
- Teknologi Casing While Drilling (CWD) dipakai di SEM-206 untuk menjaga kestabilan dinding lubang sumur sekaligus mempercepat pengeboran
- Peralatan tahan tekanan tinggi dipasang agar operasi lebih aman dan andal
- Pengeboran diarahkan ke arah timur dari struktur yang sudah ada — membuktikan potensi masih tersembunyi di sekitar area produksi lama
- Kecepatan pengerjaan: SEM-206 selesai dalam 45 hari, SEM-207 bahkan hanya 13 hari — semakin menekan biaya dan mempercepat aliran produksi
“Setiap sumur punya karakteristik dan tantangan teknis berbeda. Karena itu kami lakukan evaluasi menyeluruh sejak perencanaan hingga pengeboran dan uji produksi.”
— Dadang Soewargono, General Manager Zona 9 PHSS
✅ Keselamatan & Efisiensi Biaya Tetap Terjaga
Di balik angka produksi yang tinggi, PHSS juga mencatat pencapaian lain yang tak kalah penting:
- ✅ Jam kerja selamat: SEM-206 mencatat 75.600 jam, SEM-207 27.216 jam — tanpa kecelakaan kerja
- ✅ Biaya di bawah anggaran — efisiensi yang membuat pengembangan lapangan tua makin bernilai ekonomis
“Keberhasilan pengeboran, efisiensi biaya, dan kinerja keselamatan menunjukkan bahwa tantangan di lapangan mature bisa dijawab dengan perencanaan matang, inovasi, teknologi, dan eksekusi yang disiplin.” — Dadang Soewargono
🇮🇩 Makna Lebih Luas untuk Ketahanan Energi
Lapangan Sanga-Sanga adalah salah satu penopang produksi migas nasional. Umumnya lapangan yang sudah lama beroperasi akan mengalami penurunan produksi alami, reservoir makin kompleks, dan investasi makin selektif.
Namun hasil SEM-206 dan SEM-207 membuktikan:
- Lapangan tua belum tentu habis — masih ada cadangan yang bisa dijangkau dengan strategi yang tepat
- Mengoptimalkan aset yang sudah ada lebih efisien daripada membangun dari nol karena infrastruktur sudah tersedia
- Setiap tambahan produksi sangat berarti untuk menjaga ketahanan energi nasional
📌 Tantangan Selanjutnya: Menjaga Keberlanjutan
Keberhasilan uji produksi bukanlah garis finis. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan laju produksi dalam jangka panjang, mengelola penurunan alami, serta memastikan fasilitas tetap andal dan beroperasi sesuai prinsip lingkungan serta tata kelola yang baik (ESG).
Dari Semberah, pesannya jelas: potensi masih ada di lapangan lama — kuncinya bukan mengebor sembarangan, tapi mengebor dengan cerdas.
Sumber: diksiber.id
Tanggal: 29 Agustus 2026
Kategori: Energi & Sumber Daya / Kalimantan Timur