Oleh: Firman Jaya Daeli

JAKARTA — Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto kini memegang tampuk pimpinan tertinggi Kepolisian Negara Republik Indonesia. Sosok lulusan Akademi Kepolisian tahun 1994 ini membawa visi besar: “Polri Bersama Masyarakat.”

Jenderal Suyudi Ario Seto lahir di tanggal 14 Juli 1973. Sepanjang kariernya, beliau banyak ditempa di bidang Reserse Kriminal. Sebelum diangkat menjadi Kapolri oleh Presiden Prabowo Subianto, beliau menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN-RI). Sebelum itu, beliau juga pernah menjabat sebagai Kapolda Banten dan Wakapolda Metro Jaya.

Visi ini bukan sekadar kata-kata indah. Ini adalah janji kepada rakyat: Polri berdiri bersama rakyat, bukan di atas rakyat.

  • Polri ada untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat
    ​
  • Setiap langkah Polri harus berlandaskan hukum dan keadilan
    ​
  • Kedaulatan berada di tangan rakyat — Polri bekerja untuk rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu

Saat memimpin BNN-RI, beliau menegaskan bahwa narkoba adalah kejahatan luar biasa yang harus dilawan bersama-sama. Tidak cukup hanya menindak — pencegahan dan pemberdayaan masyarakat sama pentingnya.

Beliau juga memahami betul bahwa keamanan tidak hanya soal kekuatan, tetapi juga kepercayaan. Tanpa kepercayaan masyarakat, keamanan tidak akan terwujud dengan baik.

Dalam konstitusi, Polri adalah alat negara yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban. Polri berada di bawah Presiden, namun ada aturan yang sangat jelas:

Polri tidak boleh dipakai untuk kepentingan pribadi atau kelompok kekuasaan. Polri hanya boleh bekerja untuk rakyat, bangsa, dan negara.

Di bawah kepemimpinan Jenderal Suyudi Ario Seto, diharapkan Polri semakin dekat dengan masyarakat. Semakin profesional, semakin jujur, dan semakin dirasakan kehadirannya di tengah-tengah rakyat.

Karena pada akhirnya, kekuatan Polri sesungguhnya bukan pada senjata yang dibawa, melainkan pada kepercayaan yang diberikan rakyat kepadanya.

“Semoga visi “Polri Bersama Masyarakat” ini benar-benar terwujud di setiap desa, kota, dan pelosok negeri.