LEBAK, BANTEN — Kondisi lampu hias di kawasan Balong Rancalentah, pusat keramaian dan ikon wisata Kabupaten Lebak, kini memprihatinkan. Lampu hias yang diduga merupakan program CSR Bank BJB itu terlihat rusak dan berpotensi membahayakan pengunjung. Rabu 26/8/2026.
Temuan ini langsung jadi sorotan publik, mengingat Rancalentah merupakan titik terpadat pengunjung di Lebak.
Berdasarkan foto dan video yang beredar, terlihat konstruksi lampu hias sudah lapuk, kotor, dan sebagian bagiannya nyaris ambruk. Padahal lokasi tersebut setiap hari dipadati warga untuk berwisata dan bersantai.
“Sangat memprihatinkan pengunjung Rancalentah pusat terpadat keramaian, di situ terlihat jelas bahwa CSR BJB harus dipertanyakan,” ujar salah satu warga.
Keresahan warga juga terekam dalam percakapan WhatsApp. Dalam chat dengan akun *”Opik topik pengunjung dari cipanas, sekaligus yutuber akun Opik taupi, disebutkan bahwa bangunan tersebut merupakan bangunan CSR Bank BJB.
“Itu bangunan CSR bank bjb”_pak ujar masyarakat sekitar,
_“Bank bjb harus transparan ngelola csr nya kritikan mencuat dari para pengunjung di Balong ranca lentah. karena ini tempat strategis bagi masyarakat yang ingin bersantai m nikmati danau Ranca lentah, sayang anggaran yang sebegitu besarnya tidak di rawat dan di biarkan bertahun tahun apakah pemerintah kabupaten Lebak tidak malu ungkapnya.
Warga mempertanyakan tanggung jawab Bank BJB dalam perawatan fasilitas yang telah diserahkan ke publik tersebut.
Warga dan aktivis mendesak Bank BJB dan Pemerintah Kabupaten Lebak segera turun tangan. Evaluasi dan perbaikan mendesak dilakukan agar tidak memakan korban, terutama anak-anak yang sering bermain di area Balong.
Mereka juga meminta transparansi terkait program CSR BJB di Lebak. Apakah hanya seremonial saat penyerahan, lalu lepas tanggung jawab perawatan?
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya mengkonfirmasi kepada pihak Bank BJB Cabang Rangkasbitung dan Dinas terkait Pemkab Lebak mengenai tanggung jawab perawatan lampu hias tersebut.