SERANG — Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Serang mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar mampu menguasai strategi pembuatan konten kreatif untuk dipublikasikan melalui media sosial resmi pemerintah.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan edukasi dan sesi “Ngonten Bareng” bertema Strategi Kreatif dan Efektif dalam Pengelolaan Media Sosial Pemerintah yang digelar di Aula Diskominfo Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Serang, Kamis (12/3/2026).
Kegiatan ini menghadirkan narasumber konten kreator Adam Badru Janedra dan diikuti para admin media sosial OPD serta kecamatan. Turut hadir Kepala Bidang KIP Ahmad Jajuli, Pranata Humas Ahli Muda Sugarda Bayu Ajie, serta Analis Kebijakan Muda Ulfahyanti.
Kepala Diskominfo Kabupaten Serang Surtaman mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan pengelola media sosial pemerintah agar mampu membuat konten yang lebih kreatif, menarik, dan relevan bagi masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kami ingin pengelola medsos OPD bisa membuat konten yang kreatif dan berdampak, sehingga informasi kinerja pemerintah dapat dilihat dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Surtaman.
Ia menilai selama ini banyak konten media sosial OPD yang masih bersifat formal dan kaku karena hanya menampilkan kegiatan seremonial. Padahal, menurutnya, konten yang menarik dalam bentuk foto, flyer, maupun video dapat meningkatkan minat masyarakat untuk mengikuti informasi pembangunan daerah.
“Jujur saja, sebagian besar OPD belum memiliki dasar bagaimana membuat konten yang baik. Karena itu kita kumpulkan para admin medsos agar mereka lebih cakap secara digital,” ujarnya.
Surtaman berharap setelah mengikuti sesi edukasi tersebut, konten media sosial OPD tidak lagi sekadar dokumentasi kegiatan, tetapi juga mampu menyajikan informasi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.
“Ke depan konten OPD harus lebih informatif, lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat, dan tidak sekadar seremonial,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya literasi digital bagi aparatur pemerintah agar mampu mengelola media sosial secara profesional.
“Seluruh kinerja OPD bisa diketahui masyarakat jika disampaikan melalui media sosial dengan cara yang tepat,” ujarnya.
Sementara itu, konten kreator Adam Badru Janedra mengatakan banyak konten pemerintah yang kurang diminati karena tidak dikemas secara menarik sehingga sering dilewati oleh pengguna media sosial.
Menurutnya, ada tiga pilar penting dalam membuat konten yang efektif, yaitu hook sebagai pembuka yang menarik perhatian dalam tiga detik pertama, value atau pesan yang jelas, serta call to action (CTA) yang mengajak audiens melakukan sesuatu.
“Di awal konten harus ada hook yang kuat. Setelah itu valuenya jelas, lalu ada ajakan kepada penonton. Tiga hal ini penting agar orang mau menonton sampai selesai,” jelasnya.
Adam juga menyarankan agar konten pemerintah disampaikan dengan bahasa yang lebih ringan dan humanis agar mudah dipahami masyarakat.
“Konten pemerintahan bisa tetap diminati warga jika dikemas dengan bahasa yang tidak berat, lebih humanis, dan tetap netral,” ujarnya.